Wow, Ratusan ASN Disanksi Pemotongan Tukin di Pangkep

by
Bupati Pangkep H Syamsuddin A Hamid SE didampingi Wabup dan Sekda

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP– Ratusan Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangkep mendapat sanksi berupa pemotongan tunjangan kinerja (Tukin). Kepala Bidang Pembinaan PNS, Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pangkep, Mustakim menjelaskan, ada sekitar 561 orang ASN tercatat mendapatkan sanksi pemotongan Tukin sekitar 35 persen hingga 100 persen. “ASN yang terkena sanksi itu dilihat dari sistem. Karena sekarang sudah ada sistem kehadiran menggunakan aplikasi. Sehingga kehadiran secara detail akan selalu dipantau setiap harinya,”ungkapnya.

Adanya pemberian sanksi pemotongan Tukin disebabkan tidak masuk kerja atau terlambat absen. “Sanksi pengurangan tukin itu karena adanya aturan jika seorang PNS harus masuk kantor hari kerja pukul 07.15 – 08.00 dan pulang 16.00 Wita. Namun mereka yang terkena sanksi itu penyebabnya, terlambat hadir, terlambat absen, hingga tidak hadir tanpa keterangan,” bebernya.

Menyikapi banyaknya ASN yang mendapatkan sanksi, pihak BKD Pangkep pada awal Agustus mendatang akan menerapkan aplikasi ‘Sikap Integritas’. “Ini yang terintegrasi dengan sistem E-Kinerja. Tujuannya, layanan informasi kehadiran kerja kepada seluruh PNS secara real time. Aplikasi ini juga digunakan sebagai pemberitahuan kepada PNS jika terlambat masuk kerja,” imbuhnya.

Terpisah, Bupati Pangkep H Syamsuddin A Hamid SE mengakui, sanksi hukuman disiplin karena ASN telah melakukan pelanggaran terhadap kewajiban, dan itu tertuang dalam pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Terkait dengan pemotongan Tukin, kata Bupati Pangkep dua periode tersebut, merupakan wujud keberpihakan pemerintah pada masyarakat.

Ia pun tak menampik jika masalah kedisiplinan ASN dilingkungan pemerintahannya masih memprihatikan. Olehnya itu, kita instruksikan untuk memantau dan melakukan pemotongan tunjangan kinerja bagi ASN yang masih tidak displin. Baik kepada kepala OPD maupun staf. Suami dari Hj Rismayani itu pun mengharapkan kepada seluruh jajaran ASN agar menunjukkan kinerjanya masing-masing dan memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat.(ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *