Blokir Rekening Nasabah, Ratusan Massa Berunjuk Rasa di Kantor Bank Mandiri Sidrap

by

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Cabang Bank Mandiri Sidrap, Jalan Jendral Sudirman, Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Rabu, 14 Agustus.

Massa dari nasabah Bank Mandiri ini mulai memadati depan kantor bank tersebut sejak pukul 10.42 wita. Mereka menuntut pembukaan blokir rekening terhadap nasabah H Podda senilai Rp2 Miliar.

Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah poster bertuliskan kembalikan uang nasabah, seret mafia perbankan. Selain itu, massa juga meminta penegakan hukum, serta meminta Bank Indonesia cabut izin Bank Mandiri Sidrap.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa, dilakukanlah media antara pihak H Podda dan pihak Bank Mandiri. Pihak H Podda datang bersama tiga orang tim hukum, antara lain H Makmur, (pengacara Parepare), Andi Nangreng (Pengacara Pinrang), Ince dan Andi Bur (orang kepercayaan H Podda).

Manager Bank Mandiri Area Parepare

Sedangkan pihak mandiri diwakili oleh Ronald Christian (Auditor mandiri wilayah Parepare), Setia (operation manager area Parepare) dan Zainal Arifin (Kepala Kantor Mandiri Cabang Sidrap).

Pihak H Podda menyampaikan untuk mengembalikan dana sebesar Rp2 Miliar. Pihaknya juga meminta bukti slip penarikan bahwa nasabah menarik uangnya.

“Uang tersebut agar disiapkan dan dibuatkan surat. Apabila tidak dipenuhi maka yang bersangkutan bersama massa akan menduduki Bank Mandiri,” kata H Podda didampingi tim kuasa hukum.

Dia mengaku, bahwa dirinya berusaha untuk percaya kepada Bank Mandiri dan tetap menjaga kemitraan, namun dalam waktu satu minggu, uang miliknya tersebut harus segera disiapkan.

Apabila minggu kedepan tidak ada kejelasan, kata H Podda, dirinya bersama warga akan membawa peralatan untuk bermalam di Bank Mandiri.

Sementara itu, Manager Bank Mandiri Area Parepare, Ronald C. Masseleng mengatakan, posisi mereka tidak dalam kewenangan untuk mengambil keputusan.

Kendati demikian, kata dia penyampaian dari pihak H Podda akan disampaikan ke pimpinan pusat. “Pihak bank meminta kepada H Podda untuk menyurat kepada pihak bank Mandiri agar diteruskan kepada pimpinan,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya lagi bahwa permintaan tersebut juga akan disampaikan secara lisan kepada pimpinan bank Mandiri.

Sementara ditanya soal pemblokiran rekening nasabah Bank Mandiri milik H Podda itu, Ronald C. Masseleng mengaku atas permintaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat.

“Soal pemblokiran rekening itu atas permintaan secara tertulis dari BNN pusat. Kami hanya bisa sampaikan begitu saja,” ujarnya.

Soal kenapa BNN pusat minta pemblokiran itu dilakukan, kata Ronald C. Masseleng, itu ranahnya BNN Pusat yang lebih mengetahuinya. (ira/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *