Distanpan Periksa Kesehatan Hewan Kurban di Polman, Ini Tujuannya

by

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Jelang hari raya Idul Adha,1440 H Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polewali Mandar turun ke lapangan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban baik itu dipasar hewan maupun yang dikandangkan oleh pedagang hewan. Tim pemeriksa ini terbagi dalam beberapa titik di setiap kecamatan.

Di kecamatan Wonomulyo,sendiri rombongan tim kesehatan hewan dipimpin oleh Kepala Bidang Distanpan Kaharuddin bersama Dokter Hewan Isnaniah Bagenda dan petugas lainnya.

Kepala Bidang Peternakan Distanpan Polman, Ir Kaharuddin mengatakan, untuk pemeriksaan titik pertama, petugas kesehatan menyasar tempat peternakan sapi milik Abdul Rahim di lingkungan Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, . Ditempat ini, petugas memeriksa sapi kurban milik Presiden RI Joko Widodo. Sapi jenis simental berbobot 1,54 ton ini diperiksa mulai dari gigi dan fisik lainnya dan diambil sampel darahnya.

Kaharuddin mengatakan, secara klinis sapi ini sangat sehat.Sebelumnya juga pada tanggal 10 Juli bulan lalu, tim kesehatan hewan juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan sapi dengan mengambil sampel darah untuk melihat bahwa ternak tersebut sehat dari penyakit.

Dinas Peternakan telah melakukan pemeriksaan di laboratorium UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) lalu kita berikan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang menyatakan bahwa ternak tersebut layak untuk dikurbankan.

“Ini kedua kalinya, bulan lalu juga kami sudah pernah periksa. Lalu pada hari ini, kami kembali memeriksa ulang pemeriksaan fisik dan antemotem, untuk melihat bahwa kondisi sapi Presiden Jokowi sehat,”jelas Kaharuddin

Dokter hewan Isnaniah Bagenda mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan hewan ini untuk memberi pelayanan pada saat pemotongan dihari raya nanti apakah ternak tersebut layak dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Karena tentunya, didalam pemilihan hewan kurban itu ada beberapa syarat diantaranya umur dan faktor fisik lainnya. “Jadi hari ini kami jalan ke seluruh 16 kecamatan yang ada di Polman dan hingga H-+3 sebelum hari raya. Pemeriksaan antemortem pada saat penyembelihan,”ujarnya.

Isnaniah menjelaskan, untuk ciri-ciri hewan kurban yang layak di kurbankan adalah dari segi umur minimal 2 tahun, kemudian secara syariat islam adalah jenis kelamin jantan, lalu sehat secara fisik, tidak ada cacat, memiliki alat reproduksi lengkap, moncong basah, dan tanduk tidak patah.

Nanti pada saat pemeriksaan antemortem setelah penyembelihan, hewan tersebut kembali akan diperiksa kembali sisi fisiknya lagi seperti organ dan jeroang hewan tersebut, apakah ada mengandung beberapa penyakit, sepeti mengandung cacing pada organ hati dan lainnya.”Biasanya penyakit yang sering ditemukan adalah seperti pada kulit, cacing hati,”terangnya.

Tim kesehatan hewan mengimbau agar masyarakat jeli dan membeli hewan kurban ditempat yang telah ditunjuk oleh Dinas Peternakan atau di rumah potong hewan yang telah terpercaya. “Kalau mau beli hewan kurban, upayakan ada surat kesehatan hewan seperti ini dari penjualnya,”pungkas drh Isnaniah sambil memperlihatkan surat tersebut kepada awak media.

Sementara itu, Peternak Sapi milik Jokowi, Abdul Rahim dilokasi mengatakan bahwa pemeriksa kesehatan ini sangat baik untuk mengetahui kondisi hewan tersebut sehat atau sakit. “Semua sapi saya rutin diperiksa dan disuntik oleh dokter hewan,”katanya.

Selain sapi kurban milik Presiden Jokowi, hewan kurban milik pedagang lain pun diperiksa seperti di peternakan milik Marzuki di Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo. Di tempat ini, puluhan hewan kurban diperiksa fisiknya. Sapi disini hanya sapi lokal yakni jenis sapi Bali.(win/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *