Kembali Menuai Sorotan, Jalan Jenderal Sudirman jadi Tempat Parkir

by
Kondisi jalan Jendral Sudirman di pagi hari

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Sejumlah perkantoran pemerintah di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare menjadi sorotan para pengguna jalan. Pasalnya, badan jalan di jalur trans sulawesi tersebut menjadi area parkir kendaraan milik Aparat Sipil Negara (ASN) yang berkantor tiap harinya.

Dari pantauan Parepos.fajar.co.id
mulai dari depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Parepare hingga pertigaan Jalan Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Ujung banyak kendaraan roda empat yang mempergunakan jalan sebagai lokasi parkir.

Dampaknya masyarakat sebagai pengguna jalan mulai mengeluhkan kondisi tersebut, terlebih jalur kendaraan penghubung antar daerah terus meningkat dan hal ini berdampak pada terhambatnya arus lalu lintas dan bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Salah seorang supir angkutan antar daerah, Musakkir dengan melihat kondisi tersebut, apakah parkir harus di jalan raya terlebih para pemilik kendaraan yang parkir notabene adalah ASN. Seharusnya, kata supir asal Kota Palopo, selayaknya ada tempat parkir yang memadai sehingga tidak meluber ke jalan raya dan mengganggu pengendara lain yang melewatinya.
” Seharusnya badan jalan raya tidak dijadikan lahan parkir. Sebab, arus kendaraan tersendat dan itu bisa menjadi biang kemacetan serta rawan terjadi lakalantas,”katanya. ” Sebagai pengguna jalan, kami minta kepedulian serta ketegasan Satuan Lalu Lintas Polres Parepare agar menindak tegas dan jangan tebang pilih. Atau kalau memang diperbolehkan untuk parkir kendaraan, kiranya tempatkan anggota agar dapat mengatur arus lalu lintas. Ini sudah sangat menganggu,”jelasnya, Rabu 7 Agustus 2019.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Parepare, Rahmat Sjamsu Alam menyikapi keluhan pengguna jalan menuturkan, harusnya pemerintah kota melalui instansi terkait memberikan larangan dan memberikan jalur alternatif lain. Kalaupun ada, pemberian jadwal kendaraan untuk lewat. Dinas Perhubungan harus segera menindaklanjuti kondisi yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman. ” Kendaraan bus antar kota, sudah seharusnya melalui jalur alternatif lain. Dan tidak masuk ke wilayah perkotaan,”katanya.

Sedangkan kendaraan yang melakukan bongkar muat dalam kota, agar diberikan waktu tertentu untuk masuk sehingga tidak menggangu aktivitas warga. Dari data yang dihimpun Parepos.fajar.co.id, terkait parkir sesuai Pasal 43 Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 tahun 2009. Dimana aturan tersebut menjelaskan fasilitas parkir di dalam ruang milik jalan hanya dapat diselenggarakan di tempat tertentu pada jalan kabupaten, jalan desa atau jalan kota yang harus dinyatakan dengan rambu lalu lintas dan atau marka jalan. Ada beberapa tempat yang melarang parkir di pinggir jalan. Diantaranya jalan nasional dan jalan provinsi.

Selain itu, parkir dipinggir jalan dilarang pada jalan dua arah yang lebarnya kurang dari enam meter. Pada jarak enam meter sebelum dan sesudah zebra cross, pada jarak 25 meter dari persimpangan, pada jarak 50 meter dari jembatan, pada jarak 100 meter dari perlintasan sebidang permasalahan parkir di pinggir jalan.(ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *