KMPKG Parepare Nilai Pertamina Gagal, Ini Penyebabnya

by

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– PT Pertamina dinilai gagal dalam upayanya mengatasi kelangkaan tabung Elpiji 3 Kg di Kota Parepare. Meskipun telah melakukan penambahan kuota hingga 5.600 tabung perhari, namun nyatanya upaya tersebut hanya isapan jempol belaka alias tak terbukti. Penegasan tersebut diungkapkan perwakilan Komunitas Masyarakat Pengguna Kompor Gas (KMPKG) Kota Parepare, HA Rahman Saleh dengan melihat langsung apa yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

“Sampai saat ini masyarakat masih kesulitan mendapatkan tabung bersubsidi tersebut dan sudah hampir 2 bulan kondisi ini terjadi. Dan paling cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat saat ini, bila kelangkaan terus terjadi jelang momen Idul Adha dimana kebutuhan bahan bakar dipastikan meningkat, terutama pasca penyembelihan hewan kurban,”ungkapnya, Kamis 8 Agustus 2019.

KMPKG Kota Parepare pun mendesak PT Pertamina untuk bertanggung jawab atas kelangkaan ini. Sesuai tupoksi, kata Rahman Saleh, PT Pertamina bertanggung jawab atas ketersediaan energi bagi masyarakat dan fokus pada pelayanan pelanggan sebagai salah satu karakter perusahaan. “Memang sangat mengherankan kelangkaan seperti ini sudah setiap tahun terjadi, namun pihak Pertamina tidak mampu menemukan solusi selain menambah kuota dan mencari alasan pembenaran,”tegasnya.

ASN yang dinilai ikut menggunakan Elpiji 3 Kg tidak dipungkiri turut berpengaruh pada kelangkaan, akan tetapi itu tidak terlalu signifikan. Pasalnya, kelangkaan hanya terjadi pada momen tertentu saja, utamanya saat memasuki musim kemarau. ” Pertamina selama ini tidak mampu bersikap tegas terhadap mitranya seperti Agen dan Sub Agen (pangkalan) yang diduga Nakal. Selama ini belum pernah kita mendengar mereka diberi sanksi atau pencabutan izin,”jelasnya.

Disamping itu, PT Pertamina tidak maksimal memanfaatkan satgas Energi seperti pihak kepolisian dan kejaksaan dalam mengawal distribusi tabung bersubsidi ini sampai ke masyarakat penerima. Ditambahkannya, sangat disayangkan terlebih kita ketahui PT Pertamina adalah BUMN yang dituntut menjalin komunikasi dengan semua stakeholder demi terpenuhinya kebutuhan dasar dan pelayanan masyarakat.

Terpisah, Communication and Relations PT Pertamina MOR VII, Haris Yanuanza mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan dan masukan dari masyarakat terkait indikasi yang terjadi dilapangan. Bahkan, kata Haris,
temuan-temuan dilapangan masyarakat juga bisa menghubungi langsung ke call center 135.

Saat ini, Pertamina bersama pemerintah ditiap daerah menggelar operasi pasar sebagai tindak lanjut atas informasi masyarakat untuk mencegah spekulan jelang idul adha. Terkait pemberian sanksi, Pertamina justru sangat tegas dan itu dibuktikan dengan penindakan berupa

Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) bagi pangkalan yang melakukan kecurangan,baik dengan menaikkan harga maupun mendistribusikannya kepada pihak lain guna mendapatkan keuntungan lebih. “Kita sudah ada menindak bagi mereka yg terbukti nakal. Untuk pemberian sanksi harus ada mekanismenya dengan bukti yang cukup, dan harus melalui investigasi,”ungkapnya.(ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *