Mahasiswa Tolak Pembangunan PLTA di Kecamatan Lembang, Ini alasannya

by

PAREPOS.CO.ID, PINRANG– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Suppirang, Mesakada dan Sali-Sali (IPEPMA-SMS) Makassar menolak hadirnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pokko di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Penolakan dengan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pinrang dilakukan karena dinilai tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat di dua desa di Kecamatan Lembang yakni Desa Suppirang dan Desa Mesakada.

Koordinator Lapangan, Aryanto Rewa, saat melakukan orasi mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Pinrang agar menolak dilanjutkan pembangunan PLTA Pokko. “Masyarakat di Desa Suppirang dan Desa Mesakada Kecamatan Lembang, sudah resah dengan adanya rencana pembangunan PLTA Pokko. Pembangunan PLTA Pokko, bisa menghilangkan kebun dan sawah sebagai tempat mata pencaharian masyarakat,” katanya. Selain itu, kata dia, rencana pembangunan PLTA Pokko tidak ada sosialisasi relokasi dan ganti rugi tanah milik warga.

Bupati Kabupaten Pinrang, HA Irwan Hamid yang menerima para mahasiswa mengaku, belum mengetahui adanya rencana pembangunan PLTA Pokko. “Kami sama sekali belum tahu soal pembangunan PLTA Pokko. Sehingga kami belum bisa mengambil sikap,” kata Bupati di hadapan mahasiswa. Dari informasi yang dihimpun, di wilayah tersebut sudah ada kegiatan survai yang dilakukan pihak terkait soal pembangunan PLTA Pokko.

Hal itu membuat masyarakat di dua desa resah, karena tidak ada sosialisasi sebelumnya.  Isu pembangunan PLTA Pokko sudah mulai diwacanakan sejak April 2018. PLN (Persero) berencana membangun PLTA Poko kapasitas 130 megawatt. Pembangunan PLTA harus mengikuti aturan yang berlaku seperti analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal) dari Dinas Lingkungan Hidup. Rencana pembangunan PLTA Pokko memanfaatkan dua wilayah provinsi, yakni Mamasa di Sulbar dan Pinrang di Sulawesi Selatan. (nur/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *