Pertamina Diminta Sanksi Tegas Agen dan Pangkalan Nakal di Parepare

by
Warga berlomba-lomba mendatangi salah satu penjual tabung elpiji 3 kg yang ada di Jalan Reformasi Kota Parepare

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Kelangkaan tabung elpiji 3 kg di Kota Parepare masih begitu dirasakan masyarakat. Hal itu pun kian mencuatkan tudingan adanya permainan oleh pihak-pihak tertentu terkait kelangkaan tabung bersubsidi tersebut. Perwakilan Komunitas Masyarakat Pengguna Kompor Gas (KMPKG) Kota Parepare, HA Rahman Saleh menilai selama tidak ada sanksi tegas kepada pihak agen maupun pangkalan maka penyakit (kelangkaan-red) akan terus terulang.

Rahman Saleh pun tak menampik jika persoalan kelangkaan itu sangat mudah untuk dideteksi sendiri oleh pihak pertamina. ” Pihak pertamina yang memberi izin usaha, dan sudah bisa mengetahui adanya permainan. Cabut izinnya, banyak yang mau jadi agen,”tegasnya.

PT Pertamina, lanjut Rahman Saleh, harus mengevaluasi apa yang terjadi selama ini. Bukannya dengan cara-cara menambah kuota atau pengawasan ketat. “Jika tidak ada tindakan tegas atau penjatuhan sanksi maka perilaku-perilaku bisnis akan terus terulang. Kalau sudah ketahuan lakukan evaluasi,”ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Parepare, Hj St Rahmah Amirmembenarkan masih terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Parepare. Tim dari Dinas Perdagangan Kota Parepare telah turun ke lapangan memantau distribusi elpiji mulai tingkat pangkalan hingga distributor.

Selain itu, kata dia, pemerintah telah melakukan pertemuan dengan pihak pangkalan, distributor dan Pertamina membahas tentang antisipasi dan solusi kelangkaan gas elpiji di Kota Parepare. “Jika tidak ada perkembangan selama dua hari ke depan, maka Pertamina dan Dinas Perdagangan akan turun melakukan operasi pasar dengan memanfaatkan tambahan kuota 560 per hari,”ujarnya, kemarin.

Ia pun mengaku, telah menyiapkan layanan informasi pelanggan dengan membuka nomor pengaduan atau call centre di 082259986878. Jika ada keluhan kelangkaan elpiji, bisa menghubungi nomor aduan tersebut.

ASN Banyak Gunakan Elpiji 3 Kg

Sales Executive LPG I Sulawesi, Risal Arsyad, mengatakan, mengatasi kelangkaan gas elpiji akan dilakukan penertiban penggunaan elpiji ukuran 3 kg. Bagi Aparat Sipil Negara (ASN) dan usaha besar agar tidak menggunakan elpiji 3 kg yang bersubsidi dan beralih ke elpiji 5,5 kg non subsidi. “Caranya, cukup dengan menukar ke 5,5 kg. Di Kota Parepare, banyak sekali ASN yang masih pakai 3 kg. Hal ini sudah sering saya sampaikan tapi belum mendapat respons,” katanya.

Selain itu, kata dia, Pertamina meminta Pemkot untuk meningkatkan pengawasan. Pengawasan harus diperketat khususnya di tingkat pengecer. Sedangkan, di tingkat agen dan pangkalan harus ikut melakukan pengawasan berlapis. “Kalau jatah Parepare seharusnya aman apa lagi sudah ditambah. Tapi banyak orang dari daerah tetangga mengambil ke Kota Parepare untuk keperluan pengairan,” katanya. Pemkot harus mengawasi wilayah perbatasan dan agen serta pangkalan harus bertindak tegas. Risal mengusulkan, pengawasan melibatkan pihak kepolisian untuk mengawasi pangkalan besar.

Jelang Idul Adha, Pertamina telah menambah kuota hingga 5.600 tabung setiap hari bagi dua agen di Kota Parepare yakni, PT Hj Salmah dan PT Awal Sejahtera Mandiri. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Kuota tambahan yang sudah disalurkan Pertamina, dari tanggal 1-30 Juli 2019 sebanyak 4.480 tabung. Dan pada 31 Juli 2019 sebanyak 1.120 tabung. Kuota itu, untuk di luar kuota setiap hari per agen mendapatkan sebanyak 2.800 tabung. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *