25 Legislator Dilantik, PPP dan Demokrat Pimpin Sementara DPRD Majene

by

PAREPOS.CO.ID, MAJENE — Hari ini, Senin, 16 September 2019, 25 wakil rakyat Kabupaten Majene mengucapkan janji dan sumpah, siap bekerja demi kepentingan negara/daerah, bukan kepentingan golongan, pribadi, dan partai.
Pengucapan janji dan sumpah wakil rakyat Majene, mengukir sejarah baru di kancah perpolitikan saat ini. Sejak tahun 1953 DPRD Mandar dipimpin A Syukur hingga periode 2014-2019 (Darmansyah).  Hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Bumi Assamalewuang mengukir sejarah menempatkan tokoh wanita dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai peraih suara dan kursi terbanyak yakni meraih lima kursi di DPRD Majene periode lima tahun ke depan.

Sementara Partai Demokrat (PD) meraih suara terbanyak kedua empat kursi disusul partai golkar tiga kursi sama dengan PDIP tiga kursi. Kepastian tokoh perempuan menjadi Ketua DPRD Majene sementara terlihat saat gladi pelantikan wakil rakyat.  “Iya benar Ibu Salmawati, akan menjadi Ketua DPRD Sementara didampingi satu Wakil Ketua, M Idwar dari Partai demokrat (PD). Keduanya direkomendasikan dari partainya,” kata Ketua Panitia Arkamuddin.

Informasi yang dihimpun  dari pengurus DPC PPP di Majene menyebutkan, Salmawati akan menjadi Ketua DPRD secara definitif. Salmawati merupakan peraih suara terbanyak dari lima kader PPP yang duduk di DPRD Majene.
Ia memiliki hak penuh menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD. Salmawati meraih suara 2.721 suara dan mampu mengungguli sejumlah rivalnya. Salmawati merupakan adik kandung Ketua TP-PKK Kabupaten Majene, Hj Fatmawati Fahmi.

Adik ipar Bupati Majene, H Fahmi Massiara menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Barat (Sulbar). Sebelumnya, Fahmi Massiara menyebutkan pengisian jabatan Ketua DPRD Majene, pihaknya sudah merekomendasikan tiga nama ke DPP PPP di Jakarta, yakni HM Yahya Nur, Husail dan Salmawati. “Pada akhirnya DPP PPP hanya mengirim dan menjawab satu nama dan rupanya yang dapat rekomendasi itu dalam mengisi jabatan ketua dewan adalah ibu Salmawati,” kata Fahmi.

Terpisah, Salmawati mengatakan, dirinya siap mengembang amanah rakyat selama lima tahun ke depan. Bagi Salmawati, Amanah dari rakyat, rakyat harus dapat dijalankan sesuai harapan rakyat.  Selain itu, kata dia, pengambilan sumpah janji bagi anggota dewan yang baru dapat dijadikan sebagai acuan mengabdikan diri secara positif dan nyata terhadap rakyat Kabupaten Majene.

Tanggung jawab yang diemban harus dilaksanakan dengan baik selama lima tahun ke depan. Sehingga visi misi Pemkab Majene, Majene profesional, Majene Produktif dan Majene proaktif (MP3) dapat terwujud dengan baik.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Majene yang telah memberikan dukungan selama ini sehingga bisa mengantar dirinya sebagai anggota DPRD Majene periode lima tahun ke depan,” kata Salmawati.
Menurutnya, menjalankan tugas anggota dewan sebagai politisi harus mampu berpolitik santun, riang gembira serta menjadi mitra pemerintah yang baik agar masyarakat Majene lebih sejahtera.

Sekretaris Dewan (Sekwan), Andi Amran, mengatakan, pelantikan dan pengucapan sumpah wakil rakyat dipandu Ketua Pengadilan Negeri (PN) Majene. Pelantikan dihadri pejabat Pemkab Majene, Gubernur Sulbar, HM Ali Baal Masdar, Ketua DPRD se-Sulbar, dan tokoh masyarakat. Pelantikan anggota DPRD Majene, kata dia, dijaga ketat 200 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP serta dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Majene. Sementara itu, media diberikan id card, melakukan peliputan hajatan lima tahunan itu. (edy/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *