AMSI Kecam Sikap Kepala BPJS Polman, Harie: Itu Sudah Clear

by

PAREP0S.CO.ID,MAJENE– Aksi protes terkait pengancaman terhadap salah seorang wartawan online di Kabupaten Majene, Syaiful Alam yang diduga dilakukan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Polewali, drg Harie Wibawa rupanya masih terus berlanjut dan belum redah.

Pasalnya, dari rilis resmi yang dilayangkan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Sulawesi Barat kepada Parepos.fajar.co.id yang intinya mengecam tindakan pengancaman yang dilakukan Kepala Cabang (Kacab) BPJS Kesehatan Polman kepada salah seorang jurnalis saat sesi wawancara.

Rilis yang ditandatanagi Ketua AMSI Sulbar, Anhar itu menyebutkan sebab, tindakan pengancaman merupakan tindakan yang menginjak-injak kemerdekaan dan kebebasan pers. Serta melanggar tindakakan pidana pasal 18 ayat (1) undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang pers, dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“Kami menilai sikap Kacab BPJS Kesehatan Polewali drg Harie Wibawa yang mengancam wartawan saat berlangsung wawancara terkait pemberitan BPJS Kesehatan adalah sebuah sikap yang tidak profesional,”tulis Anhar dalam rilisnya, Selasa 17 September 2019.

Bahkan, lanjut Anhar, sikap itu telah melecehkan dan tidak menghargai tugas jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang benar atas apa yang beredar di masyarakat.

Sementara jurnalis Syaiful Alam, Senin 16 September menuturkan, membenarkan terjadinya ancaman yang dilakukan Kacab BPJS Kesehatan, Harie Wibawa kepada dirinya saat berlangsung wawancara. “Saat itu saya bertanya terkait isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diduga untuk membayar hutang ke negara Cina. Namun, pak Kacab itu langsung refleksi dengan wajah terkesan geram sambil mengangkat telunjuk dan menunjuk ke arah saya dengan suara agak meninggi dan menyatakan akan menuntut wartawan,” kata Alam, terpisah.

Alam menyebutkan dengan terus dicecar pertanyaan dari wartawan tersebut, Harie Wibawa langsung mengatakan hati-hati dengan pemberitaan ya, anda bisa dituntut sambil mengacungkan telunjuk menunjuk ke arah wartawan yang sedang bertanya. Menurut Alam sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi mengancam segala. Kalau tidak benar jawab saja itu tidak benar persoalan selesai. Sebab, wartawan berhak dan menanyakan apa saja terkait bahan liputan. Jadi tidak perlu diacam apalagi dengan cara menunjuk-nunjuk.

Menanggapi soal itu, Kacab BPJS Kesehatan Polewali, Harie Wibawa yang dihubungi terpisah mengklaim persoalan itu sudah clear. “Oh sudah clear pak, hari Minggu sudah bertemu dengan media dan perwakilan Amsi juga. Sebentar saya share beberapa link beritanya,” ucap Harie singkat. (edy/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *