Kenaikan Iuran BPJS, Hari Wibawa: Bayar Iuran Nabung Rp.1000 Perhari

by
Dialog antara mahasiswa UNSULBAR bersama pihak BPJS

PAREPOS.CO.ID, MAJENE– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Polman yang membawahi Kabupaten Polman, Mamasa dan Majene, Rabu 11 September, menggelar dialog bersama dengan perwakilan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) di Cafe Godwil, Kabupaten Majene. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Polman, Hari Wibawa yang didampingi perwakilan BPJS Kesehatan Majene, Kartini Malik menyebutkan, saat ini tengah terjadi issue panas di masyarakat terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Namun, sesuai pengamatan dilapangan terjadi pro dan kontra antara setuju dengan tidak setuju terkait kenaikan iuran tersebut. Dialog atau pertemuan ini dilakukan untuk meluruskan serta mencari solusi terkait kenaikan iuran tersebut, akibat selama ini BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit. “Jadi benar alasan untuk menaikan iuran karena selama ini pihak BPJS Kesehatan tetap mengalami defisit. Sehingga salah satu alternatif perlu ada penyesuaian kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Seperti iuran selama ini bagi kelas rendah senilai Rp 25.500 dan kini dinaikan menjadi Rp42.000,”ujar Hari.

Menurutnya, kenaikan iuran itu juga sebelumnya sudah dikaji dengan matang dan berbagai pertimbangan dampak yang akan terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebab, ada beberapa fakor terjadinya defisit dan salah satu diantaranya adalah karena tidak adanya kesesusian iuran yang telah ditetapkan pihak pemerintah dengan yang terjadi di lapangan. Termasuk juga bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan banyak yang menunggak. Sehingga saat ini perlu dilakukan tarif penyesuaian iuran agar ke depannya tidak lagi terjadi defisit.

“Intinya bagi masyarakat kalau memang peduli dengan kesehatannya pasti bisa dan mampu bayar iuran. Nabung saja seribu rupiah perhari itu sudah bisa bayar iuran. Sama seperti perokok bisa beli rokok setiap harinya, “katanya.
Sementara pihak mahasiswa menyebutkan dengan adanya kenaikan iuran tersebut akan berdampak pada masyarakat kecil dan akan merasa semakin terbebani. Begitu juga bagi APBD Majene akan semakin terbebani. Jadi kalau saat ini pihak BPJS klaim defisit maka kedepannya tentunya yang akan mengalami defisit adalah APBD Majene, sehingga kenaikan iuran ini perlu ditinjau kembali. (edy/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *