Membandel, Kasatpol PP Parepare Warning Pengusaha THM

by
Kasatpol PP Kota Parepare saat merazia salah satu tempat hiburan malam

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Parepare diminta untuk memastikan semua unit usahanya bersih dari praktik prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan pelanggaran hukum lain seperti menjual miras tanpa izin atau tidak sesuai ketentuan. Termasuk ‘wajib’ mematuhi peraturan daerah (Perda) nomor 9 tahun 2001 tentang Penertiban THM. Karena sekali saja melanggar, izin usahanya akan dicabut dan operasional THM akan ditutup total.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare, Muhammad Anzar ketika diwawancarai oleh sejumlah awak media di sela-sela melakukan patroli dan razia THM dalam wilayah Parepare, beberapa waktu lalu. Pemantauan dan pengawasan terhadap THM dalam wilayah Parepare, Satpol PP melibatkan, diantaranya TNI/Polri serta unsur Pemerintah Kota (Pemkot) seperti, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Bidang Pendapatan Dinas Badan Keuangan Daerah (BKD).

Meski dalam razia tidak ditemukan kasus yang menonjol, namun sejumlah pengunjung didapati tidak mengantongi identitas diri berupa dokumen kependudukan (KTP). Mereka yang tidak membawa KTP tersebut pun langsung dicatat oleh personel tim gabungan dari Satpol PP. “Memang saat razia, ada beberapa pengunjung yang tidak membawa KTP. Mereka ini kita catat. Kita berikan pembinaan,” kata Kadis Satpol PP Parepare, Muhammad Anzar.
Olehnya itu, kata Anzar, dalam razia THM dilibatkan pihak dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). “Kalau ada pengunjung yang identitas dirinya, kita serahkan ke instansi terkait untuk ditindak lanjuti,” jelas Anzar.

Lokasi THM yang kerap didatangi saat razia, diantaranya Cafe Palem, Idola, Inbox, Inul Vizta, dan Happy Puppy dan Donal. Dia juga mengatakan, THM yang didatangi tersebut dipasangan papan bicara berupa stiker terkait Perda tentang Penertiban THM. “Papan bicara yang ditempel di dalam THM tersebut akan kita pantau. Kalau dipantau tercabut, maka akan ada sanksi terhadap THM tersebut. Karena pada papan bicara disitu ada pasal terkait jam operasional THM,” ujarnya.

Untuk jadwal buka pada malam hari, pada Minggu-Jumat malam dibuka pukul 20.00 Wita, dan tutup pukul 24.00 Wita. Sedangkan jadwal buka dan tutup pada Satu malam, mulai pukul 20.00 Wita hingga 01.00 Wita. “Kalau ini dilanggar, tentunya konsekuensi teguran. Kalau sudah ditegur, kita segel hingga sanksi berat penutupan total,” tegasnya.  Selain itu, kata dia, juga ada sanksi pidana dan denda bagi THM yang melakukan pelanggaran. “Saknsi ini ada pada pasal 10 yang menyebutkan, bagi THM yang melanggar di ancam pidana paling lama enam bulan penjara atau denda sebanyak Rp50 juta,” jelasnya.

Dia menambahkan, razia dengan melibatkan tim gabungan ini dilakukan sebagai langkah awal yang dilakukan dengan harapan, para pengusaha THM bisa mematuhi sesuai dengan perda yang berlaku. “Kita akan selalu melakukan kontrol THM di Kota Parepare untuk menindaklajuti hal ini. Makanya kami ingatklan jangan membandel,”pungkasnya. (has/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *