Meminimalisir Kasus Kekerasan, DP3A Hadirkan Satgas PPA di Tingkat Desa

by
Kepala DP3A Kabupaten Enrekang, Sawalia Baharuddin

PAREPOS.CO.ID, ENREKANG– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Enrekang mencanangkan pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di tingkat desa. Hal itu untuk meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mesti harus diselesaikan secara serius. Kepala DP3A Kabupaten Enrekang, Sawalia Baharuddin akan membentuk Satgas PPA di tingkat desa. “Jadi setiap desa akan dibentuk satgas perlindungan anak dan perempuan. Kita akan koordinasi terhadap pemerintah desa untuk di anggarkan di ADD,” jelas Sawaliah.

Sawalia menilai, dari tahun ke tahun masih saja ada laporan kasus dugaan kekerasan terhadap anak dibawah umur, baik yang ditangani polisi maupun yang tidak terlapor. Olehnya itu, kata Sawalia, untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, khusus kekerasan seksual perlu dilakukan pengawasan ekstra melalui satgas. “Baru-baru ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, dan pelakunya sudah diamankan polisi,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Satgas PPA di tingkat desa tersebut penting karena akan menjadi perpanjangan tangan P2TP2A. Khususnya, dalam melakukan pencegahan dan penanganan terhadap masalah perempuan dan anak di tingkat desa. Apalagi, kata Sawalia, pihaknya memang rutin melakukan pendekatan dan sosialiasasi di 12 kecamatan dan desa, namun kasus kekerasan seksual terhadap anak masih saja terjadi.”Saya sudah berkordinasi dengan beberapa kepala desa untuk meyisipkan sedikit anggaran nanti juga kita usahakan diperkuat dengan surat edaran bupati,” ujarnya. Ia pun mengharapkan, program pembentukan Satgas PPA di tingkat desa ini bisa berjalan secepatnya. “Ini agar kita semua bisa melakukan pengawasan terhadap anak hingga ke tingkat desa,” pungkasnya. (her/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *