Mengenal Sosok BJ Habibie Kecil di Kota Parepare

by
Kondisi kamar semasa kecil BJ Habibie saat tinggal di Kota Parepare

PARE POS.CO.ID,PAREPARE — Baharuddin Jusuf (BJ) habibie lahir di Kota Parepare, 25 Juni 1936. Habibie kecil lahir dirumah sederhana berwarna putih kombinasi biru dengan ukuran sekitar 8 X 10 meter persegi yang berada di Jalan Bau Masepe Nomor 5 Parepare. Saat menyusuri rumah kediaman Habibie sejak kecil, PARE POS menemukan kamar kecil diisi dengan ranjang besi berukuran 2×2, dan lemari kayu antik.

Benar saja, ruangan tersebut merupakan kamar Habibie kecil dulu. Segala pernak pernik masih terjaga rapih hingga sekarang. “Ini tempat tidur Pak Habibie waktu kecil dulu, lemarinya, cermin, tidak ada yang berubah, karena memang beliau pernah berpesan dengan saya untuk menjaga kamarnya,” jelas, Icah Hanisa Usman Balo, saat ditemui PARE POS, Kamis, 12 September.

Icah menceritakan, menurut sang kaka selayaknya anak pada umunya, Habibie kecil sangat aktif bermain, bahkan, permainan kesukaan Habibie adalah, bermain kelereng, bermain layang-layang dan Ma’kanto (Salah satu permainan daerah Bugis menggunakan batu). Meski demikian, Habibie juga sangat tekun belajar. “Kalau menurut cerita kakak saya, pak Habibie itu kalau sedang belajar tidak mau diganggu, bahkan saat dipanggil makan dia cuma bilang nanti,” ungkap Icah.

Dikutip dari Ensiklopedia Presiden Republik Indonesia, Habibie, karya Ade Makruf di Perpustakaan Kota Parepare, menyatakan, sejak kanak-kanak Rudy (sapaan kecil Habibie) sudah memperlihatkan kepintarannya. Terbukti, ia sangat suka membaca dan muda menghafalkan ayat-ayat Al Quran. Rudy memang tergolong anak yang serius. Suatu ketika misalnya, sang ibu menyuruh Rudy untuk keluar bermain dengan sebayanya, tapi dirinya menolak karena serius belajar. Hal ini diakui kaka tertua Rudy, Titi Sri Sulaksmi.

Perlu diketahui, terdapat dua rumah yang pernah ditempatu Rudy sekeluarga, yang pertama di Jalan Bau Massepe dan Jalan Abdul Jalil Habibie Kota Parepare, yang saat ini menjadi rumah BUMN Bank BNI. “Iya ada dua, tapi disini yang pertama (Jalan Bau Massepe), beliau dan sekeluarga harus pimdah karena disini dulu sang kaka meninggal dunia. Mungkin karena trauma, jadi pindah, tapi yang paling lama disini,” jelas Icha.

Saat ini, Presiden ke 3 itu telah meninggalkan kita semua di umurnya yang 83 tahun, setelah berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya. Kebaikan dan jasanya akan selalu dikenang masyarakat seluruh Indonesia, terutama warga Kota Parepare. (mat/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *