Pasang Ratusan Alat Perekam Retribusi Pajak, BKD Parepare Klaim Retribusi Meningkat 198 Persen

by
Kepala Bidang Pendapatan BKD Kota Parepare, Prasetyo Catur SH

PAREPARE, PARE POS — Instruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemasangan alat deteksi transaksi online di sejumlah wajib pajak berbuah manis bagi Pemerintah Kota Parepare. Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare telah memasang alat tersebut sejak Juni, di tempat pelaku usaha seperti hotel, restoran, kafe dan sebagainya, 3 bulan terakhir ini peningkatan pendapatan menjadi 198 persen dari sebelumnya.

Kepala Bidang Pendapatan BKD Kota Parepare, Prasetyo Catur SH mengatakan, sejak pemasangan alat perekam online retribusi pajak kepada pelaku usaha, peningkatannya tidak main-main. Ia merincikan capai 198 persen, dimulai bulan Juni naik 10,16 persen dibandingkan Juni 2019, Rp262 juta menjadi Rp289 juta pada Juni 2019, ini dengan pemasangan perangkat sebanyak 19 unit M-POS. Sedangkan Juli 2018 sebesar Rp255 meningkat dibanding Juli 2019 Rp332 juta selisih sekira Rp76 juta atau meningkat 29,86 persen, dengan jumlah 70 perangkat.

Sedangkan peningkatan cukup signifikant di bulan Agustus 2019, Pemkot telah memasang 111 perangkat dari 113 objek pajak sementara ini. Realisasi pajak capai Rp524 juta dibanding Agustus 2018 hanya sebesar Rp251 juta atau peningkatan sebesar 110 persen. Penjelasan Prasetyo bahwa hingga sekarang sudah memasang 111 unit Monitoring Payment Online Syistem (M-POS) di Kota Parepare dan ini dipasang kepada pelaku usaha yang masih menggunakan perhitungan secara manual dan 11 unit alat transaksi Monitoring De Fais (TMD) yang digunakan untuk pengusaha yang sudah memiliki system seperti hotel dan termasuk Kafe Reza di Jalan Sudirman Parepare.

Jadi hingga sekarang ini, Pemerintah Kota Parepare telah memasang 111 alat monitoring yang pengawasannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari rencana atau target dari KPK sebanyak 200 unit. Dengan terpasangnya 111 unit alat perekam online ini, untuk sementara menganut sistem kualitas dulu, ini dulu yang dipacu untuk memaksimalkan, baru berpikir ke kuantitas atau jumlah banyak sebagaimana yang sudah dipersiapkan KPK untuk PAD di Kota Parepare. “111 unit dulu terpasang, akan memaksimalkan penggunaannya, dengan memacu kualitas, selanjutnya baru kuantitasnya, ini dulu dimaksimalkan sementara dan sesuai perkembangannya sudah bisa meningkatkan pendapatan menjadi 198 persen pertiga bulan ini”, katanya.

Sekretaris Daerah Kota Parepare H Iwan Asaad AP MSi sebelumnya juga mengatakan bahwa dengan adanya alat perekaman online yang dikerjasamakan dengan KPK ini, PAD mengalami peningkatan, dan ini dipungut bukan dari pemilik usaha, melainkan partisipasi dari konsumen atau pelanggan yang memang sudah diatur pembayarannya dan pajak yang dikenakan. (anj/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *