Peringatan! Wakil Bupati Sebut Majene Masuk Tujuh Besar Daerah Rawan Bencana

by

PAREPOS.CO.ID, MAJENE– Wakil Bupati Majene, H Lukman menyebutkan dari sekitar 500 lebih kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, Kabupaten Majene mendapat perhatian khusus dan serius dari pemerintah pusat terkait dengan daerah rawan bencana. Bahkan, dari ratusan kabupaten wilayah Majene masuk dalam kategori tujuh besar daerah rawan bencana.

Hal itu juga sudah pernah dibahas dalam kegiatan penyusunan rencana penanggulangan bencana kabupaten di Aula Bapeda, beberapa hari lalu. “Jadi tentunya sebagai pemkab saya ucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian khusus kepada pemkab Majene terkait dengan salah satu daerah rawan bencana, “kata Lukman.

Wabup Lukman menambahkan, maka dengan itu diperlukan kajian serta kesiapan dalam menyusun perencanaan yang matang dan lebih baik. Sebab, jika hasilnya tidak baik tentunya bisa saja nyawa jadi taruhannya. “Karena itu dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana daerah harus betul-betul dilakukan secara serius. Karena kalau tidak bisa kita yang menjadi korban,”ujarnya, kemarin.

Hal itu sangat penting untuk menjadi perhatian semua pihak karena dari 500 sekian kabupaten dan kota di Indionesia, untuk kegiatan seperti ini hanya terdapat tujuh daerah yang menjadi sasaran pihak pemerintah pusat melalui BNPB. Itu artinya Kabupaten Majene masuk dalam kelompk tujuh besar daerah rawan bencana.

“Saya juga sampaikan secara tersirat ini juga saya rasakan kenapa pihak dari pemerintah pusat datang ke Majene karena sudah ditengarai ada pengalaman yang lalu, bahwa di Majene itu berpotensi terjadi bencana. Olehnya itu mari kita semua untuk jangan salah dalam membuat perencanaan terkait rawan bencan,” sebut mantan wakil ketua DPRD Majene itu.

Alasannya, perencanaan itu harus jelas dan juga dibutuhkan informasi yang valid serta sungguh-sungguh dari stackholder yang ada. Termasuk yang menangani harus ahli di bidangnya. Karena jika inputnya yang salah maka akan melahirkan pula outputnya yang tidak tetpat.

Begitu juga dengan data harus ada data yang akurat bukan hanya berlaku satu dua tahun ke depan tetapi paling tidak bisa dalam jangka panjang. Tujuannya agar Majene punya data yang akurat terkait peta bencana. Semua itu penting dilakukan karena lebih baik mencegah daripada mengobtai serta data itu juga bisa menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Walaupun bencana itu tidak bisa diprediksi kapan terjadi tetapi Majene punya pengalaman soal bencana di tahun 1969 lalu, Majene pernah dilanda dan terjadi bencana seperti tsunami. Itu berati cikal bakal tsunami di Majene pernah terjadi dan itu bisa terjadi kembali, tetapi semoga itu tidak terulang namun perlu tetap diwaspadai. (edy/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *