Puluhan Sekolah Terima Dana BOS Afirmasi dan Kinerja di Majene, Ini Penjelasan Kadisdikpora

by

PAREPOS.CO.ID, MAJENE– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memiliki komitmen untuk memberikan perhatian lebih kepada daerah yang memerlukan biaya operasional relatif lebih besar dibandingkan daerah lainnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupate Majene, H Iskandar mengatakan, pada tahun 2019 Kemendikbud memberikan Dana Biaya Operasional Sekolah (Bos) Afirmasi dan Kinerja sebagai tambahan bagi pembiayaan pendidikan sekolah.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja dialokasikan khusus untuk program digitalisasi sekolah di 23 sekolah yang ada di Kabupaten Majene.
Dana BOS Afirmasi dan Kinerja diberikan kepada sekolah yang berada di desa tertinggal dan sangat tertinggal, yang kondisi wilayahnya memerlukan intervensi biaya lebih besar untuk peningkatan mutu pembelajarannya di sekolah.

Bukan hanya itu, Kemendikbud juga mengembangkan kebijakan yang didapatkan pada mekanisme merit, dimana sekolah yang memiliki komitmen untuk menggunakan Dana BOS dengan efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal itu diungkapkannya, saat memberikanĀ  uraian tentang kebijakan Kemendikbud dalam sosialisasi program BOS Afirmasi dan Kinerja 2019, Rabu 18 September, di Aula Kantor Disdikpora Majene.

Dihadapan para kepala sekolah penerima dana BOS Afirmasi dan Kinerja, Iskandar pun menguraikan tentang petunjuk teknis (Juknis) penggunaan dana tersebut agar tetap sasaran. ” Ini penting agar diperhatikan agar ke depannya tidak menimbulkan masalah,”katanya.

Dia pun merincikan perbedaan penggunaan Dana BOS reguler yang meliputi 13 item, sedangkan penggunaan dana BOS Afirmasi dan Kinerja hanya dua item, yaitu penyediaan fasilitas akses rumah belajar (Jaringan Internet wifi) dan langganan daya serta layanan jasa. “Pemberian Bos ini, bertujuan untuk membantu peningkatan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan dasar serta menengah yang diselenggarakan pada daerah tertinggal,” tandasnya.

Iskandar menyebutkan 15 sekolah penerima Dana BOS Afirmasi di Majene, yakni SDN 39 Mayamba, SDN 29 Totolisi, SDN 7 Binanga, SDN 12 Timbogading, SDN 13 Kabiraan, SDN 13 Pallarangan, SDN 14 Simbang, SDN 16 Baturoro, SDN 20 Sambabo, SDN 23 Sepong, SDN 3 Mosso, SDN 28 Puttada, SDN 5 Bambangan, SDN 15 Limboro dan SMPN 4 Pamboang.

Sedangan sekolah penerima Dana BOS Kinerja, yaitu SDN 5 Pangaliali, SDN 9 Banua, SDN 25 Apoang, SDN 44 Leba-leba, SDN 18 Bababulo, SDN 50 Inpres Konja, SMPN 3 Pamboang dan SMPN 8 Satap Lombang Malunda. ” Jadi jumlah total sekolah penerima Dana BOS Afirmasi dan Kinerja sebanyak 23 sekolah di Majene,” terangnya.

Terpisah, dikutip dari salah satu media online Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi membenarkan jika Kemendikbud mulai tahun ini menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk program digitalisasi sekolah.

BOS Afirmasi untuk mendukung operasional rutin dan mengakselerasi pembelajaran bagi sekolah yang berada di daerah tertinggal dan sangat tertinggal dengan alokasi dana sebesar Rp 2,85 triliun. Selain itu, disiapkan juga dana BOS Kinerja sebesar Rp1,50 triliun, yang dialokasikan untuk sekolah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

BOS afirmasi dan kinerja hanya diberikan kepada sekolah-sekolah yang terseleksi. “Jadi BOS mulai tahun ini ada tiga jenis yakni, BOS reguler, BOS Afirmasi, dan BOS Kinerja. Yang peruntukkannya bagiĀ  anak-anak kelas 6,7, 10 itu dana dari BOS Afirmasi dan Kinerja,”singkatnya.

Ditambahkannya, tahun ini, program digitalisasi sekolah akan direalisasikan kepada 30.227 sekolah melalui BOS Afirmasi, dan 6.004 sekolah melalui BOS Kinerja. Melalui program ini, pemerintah akan memberikan sarana pembelajaran di sekolah berupa tablet kepada 1.753.000 siswa kelas 6, kelas 7 dan kelas 10 di seluruh Indonesia, khususnya sekolah yang berada di pinggiran.(edy/ade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *