Resahkan Warga Bontoa, DLH Pantau Lokasi Tambang Marmer

by
Lokasi tambang yang tak jauh dari pemukiman warga di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menindaklanjuti keresahan warga terkait aktivitas tambang marmer milik PT Wutama Tri Makmur di Kampung Bontoa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene. Aktivitas tambang marmeryang hanya berjarak sekitar kurang lebih 200 meter dari pemukiman warga berdampak langsung dari segi kebisingan hingga polusi debu. Dan juga, terdampak pada debit air sumur warga.

PT Wutaman Tri Makmur ini pada tahun 2015 pernah dilayangkan sanksi administrasi oleh pihak DLH Pangkep. Dengan sepuluh poin intruksi yang harus dilaksanakan oleh pihak perusahaan marmer tersebut, lantaran terdapatnya keluhan warga tekait mata air warga disekitar wilayah tambang tercemari.

Namun, kali ini pihak perusahaan tersebut memperluas wilayah tambang hingga mendekati pemukiman warga. Dengan keluhan berbeda. Dan tanpa adanya kompensasi terhadap warga sekitar, khususnya warga yang terkena langsung dampak dari aktivitas penambangan itu.

Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep, Andi Agustina Wangsa menegaskan, pihaknya akan intens melakukan pengawsan bersama pihak PPLH DLH Provinsi Sulsel, terkait aktivitas penambangan tersebut yang dekat dengan pemukiman warga. “Setelah kemarin kita baca beritanya, dan terdapat keluhan warga. Hari ini kita tinjau langsung lokasi penambangan marmer itu. kita sudah menyurat ke provinsi untuk bersama-sama pihak PPLH DLH Provinsi melakukan pengawasan. Tentunya, dari hasil pengawasan ini nantinya, akan ditindak lanjuti,”jelas Andi Agustina, Senin 9 September, 2019, saat ditemui dilokasi tambang marmer milik PT Wutama Tri Makmur. (awi/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *