Sah, 25 Anggota Dewan Terpilih Dilantik, Ummi Nursandi Legislator Termuda di Majene

by

PARE POS CO ID MAJENE—Pengucapan sumpah janji anggota DPRD Kabupaten Majene masa tugas 2019-2024 resmi dihelat pada rapat paripurna istimewa DPRD Majene, berlangsung di ruang utama lantai dua DPRD Majene Senin, 16 September 2019.

Sebelum pengucapan sumpah janji terlebih dahulu Sekwan DPRD Majene, Andi Amran membacakan Surat Keputusam (SK) Gubernur Sulawesi Barat, HM Ali Baal Masdar tentang peresmian pemberhentian anggota DPRD Majene masa tugas 2014-2019 dan dilanjutkan dengan pembacaan peresmian pengangkatan anggota DPRD Majene masa tugas 2019-2024.

Namun, terlihat di acara sakral itu anggota dewan lama atau yang sudah hengkang di gedung dewan tersebut hanya ada dua orang menghadiri acara pelantikan yaitu Drs Darmansyah dari PAN dan H Arifuddin dari PKS. Sehingga kursi yang disediakan panitia kosong dan sedikit menganggu suasana keindahan dalam ruangan yang ber AC itu, tetapi terasa panas.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Majene, Medi Rapi Batara Randa yang memandu pengucapan sumpah jabatan anggota DPRD sebanyak 25 orang tersebut, terlihat suasana yang kurang baik karena kebanyakan fotografer atau pihak lain yang mengambil gambar berkerumun di area pelantikan yang seharusnya tidak dibolehkan memasuki ke area itu sesuai rapat panitia sebelumnya. Belum lagi soud system yang kurang bagus dan bahkan stand mic yang dipakai ketua PN dalam pengucapan sumpah sempat terjatuh persis di barisan meja Bupati Majene bersama dengan gubernur Sulbar dan pejabat lainnya.

Usai pengucapan sumpah janji dilanjiutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyematana lencana atau pin oleh ketua PN Majene terhadaa anggoat dewan yang baru saja mengucpkan sumpah janjinya untuk mengabdi selama lima tahun ke depan.

Bupati Majene, H Fahmi Massiara dalam sambutannya antara lain menuturkan pencapaian keberhasilan selama masa tugas anggota DPRD Majene periode 2014-2019 cukup banyak yang telah dicapai dan telah menunjukan suatu kemajuan daerah. Seperti Kabupaten Majene berhasil meraih gelar wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK Perwakilan Sulbar selama empat kali berturut-turut, serta masih banyak lagi pencapain dan penghargaan yang diterima baik tingkat provinsi Sulbar maupun tingkat nasional.

“Hal seperti itu harus dapat dilajutkan anggota dewan berikutnya dari apa yang telah dijalin bersama dan telah menunjukan keberhasilan. Itu perlu tetap dilanjutkan sebagai mitra kerja pemerintah daerah,” tandas Fahmi.

Fahmi melanjutkan, kepada anggota dewan yang sudah berakhir masa tugasnya diucapkan terima kasih dan kepada yang baru dilantik selamat bertugas dan mengemban amanah rakyat untuk menuju masyarakat Majene mandiri dan sejahtera.

“Jadi saya sampiakan kepada dewan baru jangan terlalu memikirkan untung rugi kost politik saat pileg yang lalu. Tetapi mari kita semua bertekad memajukan daerah untuk mewujudkan masayarakat sejahtera di bawah program MP3,” harapnya.

Sementara, Gubernur Sulbar HM Ali Baal Masdar juga memberikan sambutan pada acara pelantikan DPRD Majene itu. Menurutnya, pihak pemerintah provinsi Sulbar akan terus berkomitmen mendukung proses demokrasi yang telah terbangun dengan baik di Kabupaten Majene.

”Saya sampaikan selam kurun waktu setahun ini kita semua banyak disibukan pada proses demokrasi. Baik Pilpres maupun Pileg, namun alhamdulillah dan terimakasih kepada semua pihak karena semuanya itu dapat berjalan dengan baik dan sukses,” ucap mantan Bupati Polman dua periode itu.

Sementara Ketua DPRD Sementara, Salmawati DjamadoSE dalam sambutan perdananya mengakui bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, tetapi itu pasti ada kesalahan dan kekeliruan. Jawaban Salmawati itu dilontarkan saat menjawab sejumlah interupsi anggota dewan. Sehingga kata dia, dalam menjalankan amanah sebagai pucuk pimpinan di DPRD Majene perlu dukungan dan masukan dari semua pihak termasuk dari sesama anggota DPRD Majene agar dapat tercapai suatu kebersamaan membangun Majene lebih baik ke depan.

“Sebagai manusia biasa tidak ada yang sempurna, sehingga secara pribadi butuh dukungan secara positif semua pihak untuk dapat menyukseskan program pemkab Majene, seperti Majene profesional, Majene produktif dan Majene proaktif (MP3),” sebut pengurus DPW PPP Provinsi Sulbar itu.

Dia menambahkan, selain itu jikalau ada kesalahan atau kehilafan kiranya mohon dimaafkan sambil melantungkan sesekali pantun mandar atau kalindaqdaq mandar yang cukup penuh makna dan arti mendalam bagi semua yang hadir di acara tersebut.

Pantauan Parepos co id, puluhan mahasiswa melakukan orasi yang tak jauh dari gedung DPRD Majene. Para mahasiswa menuntut bagi anggota dewan baru agar lebih meningkatkan kualitas kinerja ketimbang pergi terus jalan-jalan ke luar pulau Jawa dan daerah lainnya. Selain itu, mahasiswa juga menuntuk perbaikan pelayanan di RSUD ,Majene yang kurang maksimal selama ini karena kebanyakan pasien langsung dirujuk ke Parepare maupun Makassar Sulsel. Dari 25 anggota DPRD baru Majene tedapat satu anggota dewan termuda bernama Ummi Nursandi kelahiran 1997 atau berusia 22 tahun dari Dapil tiga Malunda-Ulumanda dengan raihan sekitar 1.400 suara partai demokrat. Untuk tertua, Hj Ida Nursanti berusia 61 tahun dari PKS Dapil I Banggae-Banggae Timur. (edy/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *