Terima DAK Ratusan Juta , Pembangunan SDN 027 Takatidung Terhenti, Ini Penyebabnya

by

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Proses pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 027 Takatidung, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali dihentikan sementara waktu. Pasalnya, ada pihak yang mengaku pemiliki lahan dan mengklaim lahan yang ditempati sekolah tersebut berdiri adalah milik orang tuanya yang belum diselesaikan ganti ruginya oleh Pemerintah Kabupaten Polman.

SDN 027 yang berada dijalan Poros Takatidung di tahun 2019 mendapatkan bantuan pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan sebanyak 3 item dari 12 rombongan belajar (Rombel),yaitu 6 unit rehabilitasi ruang kelas dengan anggaran Rp 584 juta, dan 6 unit ruang kelas Baru dengan nilai Rp 972 juta lebih serta 1 unit Rehabilitasi Jamban Siswa dengan nilai Rp 8 juta lebih.

Namun harus terhenti ditengah jalan lantara digugat oleh masyarakat yang mengaku pemilik lahan. Salah satu ahli waris pemilik lahan, Andi Aco Sipakarri yang ditemui disekolah mengatakan, sengaja memasang papan infromasi sebagai bentuk penolakan pembangunan sekolah dengan alasan Pemkab Polman belum menepati janjinya untuk menyelesaikan ganti rugi lahan yang ditempati SD tersebut.

‘Kita tolak Pembangunan gedung sekolah itu karna sampai sekarang belum ada kejelasanya terkait ganti rugi lahanya. Kami juga sudah sampaikan kepihak Kelurahan dan Kepala Sekolah agar jangan dulu kerja sekolah ini sebelum ada kejelasan dari pemkab, tapi nampaknya tidak diindahkan karena saya liat sudah ada material timbunan tanah dan batu pondasi,”kata Andi Aco Sipakkari selaku ahli waris pemilik lahan.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan( PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Polman, Muh.Sabiq membenarkan adanya penolakan pekerjaan oleh Masyarakat di SD 027. menurutnya warga yang klaim lahan sekolah itu memiliki bukti bahwa lahan tersebut milik ayahnya yang dipinjamkan ke Pemkab.

Untuk sementara ini memang terhenti kegiatan karna ada masalah dengan pemilik lahan,harusnya warga ini yang mengaku pemilik lahan pergi melapor atau menggugat dipengadilan supaya ada dasar hukumnya kalau kuat atas hak mereka. Tapi untuk sementara sudah ditangani oleh Dinas dan akan berkordinasi dengan Bagian Aset terkait legalitas lahan sekolah itu untuk sementara juga siswa dipindahkan ke SMPN 6 agar proses belajar mengajar tidak terganggu, sambil menunggu penyelesaian.(win/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *