Waspada! Sijago Merah Mengintai

by
Tiga rumah warga terbakar di Dusun Maralleng, Desa Pao-pao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Baru Sabtu 14 September

PAREPOS.CO.ID, BARRU– Warga diimbau tetap waspada bencana kebakaran. Saat musim kemarau dan angin kencang api mudah menjalar. Terbaru tiga rumah di Kabupaten Barru dan 9 rumah di Kabupaten Wajo hangus terbakar.  Di Kabupaten Barru, kebakaran hebat terjadi di Dusun Maralleng, Desa Pao-pao, Kecamatan Tanete Rilau, Sabtu 14 September. Peristiwa itu, tiga rumah warga hangus dilalap si jago merah.  Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Kurang lebih satu setengah jam berlangsung, kobaran api baru bisa dipadamkan. Akibat dari peristiwa kebakaran ini, tiga unit rumah warga ludes dilalap api.

Api diduga berawal dari rumah korban atas nama Hanis. Kakek berusia 80 tahun itu sedang tidur lelap saat kejadian. Setelah api sudah membesar Hanis yang tinggal sendirian di rumah panggung, baru sadar dan menyelamatkan diri. “Tidurka tadi baru terbakar rumahku,” kata Hanis kepada wartawan. Hanis diketahui tinggal seorang diri di rumahnya. Bukan hanya rumah Hanis yang terbakar. Namun, api juga merembes ke rumah anak perempuannya bernama Syamsiah. Sementara satu korban lainnya merupakan kerabat tetangga.

Pada saat kejadian, rumah Syamsiah dalam kondisi kosong. Syamsiah sedang ke Puskesmas berobat dan anak-anaknya masih di sekolah. Setelah tiba di rumah, Syamsiah sudah mendapati rumah dalam keadaan terbakar.
Beruntung tidak korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun ketiga rumah yang dilalap api, ludes terbakar. Kobaran api berhasil dipadamkan petugas Damkar, bergotong royong warga setempat. Korban tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. “Kami tidak tahu apa penyebabnya, tapi saya duga api bermula dari arus pendek. Mungkin korsleting, karena tidak masakja (memasak) waktu pergi. Di rumah bapak (Hanis) juga tidak,” kata Syamsiah.

Dari hasil pantauan di lokasi Pemkab Barru mengerahkan lima armada Damkar yang diterjunkan ke lokasi kejadian. Warga dan petugas Damkar Barru masih berada di lokasi menyiram sisa-sisa api yang masih menyala. Peristiwa ini, kerugian yang ditimbulkan pada korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pasca kebakaran Ketua Tim Penggerak PKK Barru Hasna Syam, mendatangi lokasi dan menyerahkan bantuan kepada para korban kebakaran. Anggota DPR RI terpilih ini bersama Dinas Soial Kabupaten Barru, menyerahkan bantuan untuk para korban.
Hasna Syam menyatakan prihatin atas musibah kebakaran ini. Ia meminta para korban bersabar menghadapi musibah ini. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban,” katanya.

Delapan Rumah di Wajo

Di Kabupaten Wajo, kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Kamis tengah malam sekitar pukul 23.30 wita dan api baru bisa dipadamkan sekira pukul 04:10 Wita.
Menurut personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Wajo, A Asho, akibat peristiwa tersebut ada 9 rumah yang terbakar, 8 rata dengan tanah. “Sebanyak 9 rumah terbakar, dan 8 hangus rata dengan tanah, 2 rumah atas nama Sori yang ikut terbakar. Jadi 8 semua yang semulanya dikira 7 rumah,” kata Asho.

Bupati Wajo H Amran Mahmud bersama Baznas, Lazismu serta Muhammadiyah, turun memberikan bantuan kepada sejumlah korban kebakaran di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Sabtu 14 September 2019.
Camat Pammana, Andi Amshir A Timbang, mengatakan, Wakil Bupati dan Bupati Wajo mengunjungi korban bencana kebakaran. Bupati prihatin atas kondisi yang menimpa warga korban kebakaran.  “Kita belum bisa mengembalikan kondisi harta benda atau rumah yang menjadi korban. Butuh proses dan tidak akan semudah membalikkan telapak tangan,” kata Andi Amshir A Timbang, Camat Pammana itu.

Bupati Wajo H Amran Mahmud, mengatakan, kehadirannya ingin bertatap muka dan bertegur sapa serta terus menjalin silaturahmi. Apalagi, dalam suasana berduka, suasana musibah yang telah menimpa saudara sebanyak 8 kepala keluarga.  “Kebetulan pada waktu itu kami dalam perjalanan dinas begitu mendapatkan informasi, kami berkoordinasi dengan Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, semuanya diturunkan, apa yang bisa kita lakukan dan kita meminta bantuan kepada Kabupaten Soppeng juga dalam hal mobil pemadamnya,” ungkap Bupati Wajo, H Amran Mahmud.

Menurutnya, peralatan pemadam kebakaran kurang maksimal dan sementara ini masih berbenah. Ia mengaku, telah mengajukan permohonan kepada Pemprov Sulsel meminta bantuan unit pemadam kebakaran dan bantuan peralatan agar bisa mengimbangi alat-alat kurang maksimal.  “Insya Allah mudah-mudahan tahun depan sudah ada pembenahan semua sarana prasarana kebakaran kita, baik mobil pemadam yang menyuplai air juga yang melakukan penyemprotan semua harus dilakukan pembenahan,” kata H Amran Mahmud.

H Amran Mahmud, meminta korban tabah menghadapi musibah tersebut dengan mendekatkan diri kepada Allah. “Saya yakin dan percaya ada hikmah buat kita, Insya Allah terus berserah diri dan bekerja keras masalah administrasi seperti KTP, Akta, surat surat lainnya yang kebakaran kemarin, ada Camat, Kepala Desa, supaya diurus agar bisa tergantikan cepat,”jelasnya. (mad-ile/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *