Kades Asal Polman Belajar Management Masjid di Yogyakarta

by

PAREPOS.CO.ID,YOGYAKARTA — Setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten Jawa Tengah. Studi banding para kepala desa (Kades) di Polewali Mandar berguru Sistem Manajemen Masjid di Yogyakarta tepatnya di Masjid Jokokaryan, Selasa 8 Oktober, malam.

Kepala Dinas DPMD Polman, Azwar Jasin mengatakan, selain studi banding menambah wawasan terkait BUMDes dan manajemen Pemerintahan di Desa Ponggok kita juga ingin peserta¬† mengambil pembelajaran managemen kepengurusan Masjid. ” Tujuannya bagaimana meningkatkan jamaahnya, bagaimana pembinaan keagamaan di desanya dan keuangan masjidnya. Untuk itulah kita mengajak para Kades ini untuk belajar disini, sebab Masjid Jokokariyan Yograkarta inilah yang paling bagus,”jelasnya.

Ketua Pengurus Masjid Jokokariyan Yogyakarta yang juga ketua Baitul Mal Ustadz Weli mengatakan, Masjid ini telah berdiri sejak tahun 1966 di zaman G30 S/PKI dan jamaah dahulu disini banyak yang merupakan korban dari keganasan PKI. Dan sekarang ini terus dijaga oleh anak cucunya yang selamat,”ungkapnya.

Masjid dari berbagai kegiatan sering dibuat, salah satunya menjadi pusat seluru aktivitas masyarakat. Masjid ini juga tempat berkumpulnya semua golongan tanpa membeda bedakan, dengan baju apapun boleh masuk yang penting Islam diutamakan.

Dia mengatakan untuk membuat Masjid itu hidup ada 4 poin yang perlu diperhatikan yakni Pemetaan, Palayanan, Pembinaan dan Pemberdayaan inilah konsep yang harus di lakukan kalau Masjidnya mau maju salah satunya pemetaan di setiap masjid harus punya wilayah dakwah yang jelas, peta dakwah yang jelas dan data jamaah yang lengkap,”ungkapnya.(win/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *