Segera Bergulir, Ini Sejarah Habibie Cup

by
Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu dan BJ Habibie, bahas turnamen Habibie Cup I di Jakarta. Piala Habibie Cup I didesain di Jerman.

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Habibie Cup lahir dari dari ide Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu bersama Walikota Parepare, H Mirdim Kasim, dan Ibrahim Manisi. Saat itu, ketiga tokoh itu, membutuhkan tokoh nasional asal Kota Parepare yang cocok menjadi ikon turnamen itu. Hasilnya, pilihan pun jatuh kepada sosok BJ Habibie yang juga merupakan putra kelahiran Kota Parepare.

Tahun 1990-an, nama Habibie Cup disematkan pada turnamen sepakbola itu. Sejumlah tim-tim daerah di Ajatappareng dan sekitarnya ambil bagian dalam ajang itu, mulai dari Perspin Pinrang, Enrekang, PSM Makassar, Perssidrap Sidrap, Persim Maros, Persipangkep hingga tuan rumah turnamen, Persipare Parepare.

Format dari turnamen ini pun cukup unik. Tim-tim tersebut hanya akan bertanding dalam waktu yang singkat yakni selama 7 hari. Mereka hanya diperkenankan untuk memiliki waktu istirahat dua hari. Persipare Parepare mencatatkan tim yang paling banyak meraih gelar juara. Tim berjuluk Laskar Madani itu tercatat meraih 11 kali gelar juara Habibie Cup. Sementara itu, PSM Makassar dan PS Sandeq Polmas berada di urutan kedua dengan koleksi 4 gelar.

Turnamen ini dicetuskan untuk menjadi ajang pencarian bakat-bakat muda pemain yang berada di Sulsel. Tak sia-sia, beberapa nama besar yang hilir mudik di kompetisi sepakbola Indonesia dan mampu tampil untuk Timnas Indonesia diorbitkan lewat Habibie Cup.

Nama-nama itu adalah Ronny Ririn, Irsyad Aras, Syamsul Chaeruddin, hingga Hamka Hamzah. Selain itu, ada juga pemain-pemain seperti Zulham Zamrun, Konate Makan, Firman Utina, Achmad Hisyam Tolle yang pernah berpartisipasi dan meramaikan turnamen yang udah digelar 21 kali tersebut.

Persipare masih mendominasi ajang ini dengan menjadi kampiun. Sisanya, gelar juara berhasil diraih beberapa klub secara bergantian, mulai dari PSM Makassar, PS Sandeq Polmas, Persim Maros, Persijo Jonoponto,Persipangkep hingga Gasma Enrekang.

Melihat perjalanan panjang turnamen tersebut, tentu tak sedikit manfaat dari Habibie Cup. Wajar jika almarhum BJ Habibie dianggap banyak memberikan jasa bagi Indonesia. Sebelumnya, Mantan kapten Persipare, Yan Ambasalu, menceritakan, ketiga pemrakarsa itu memiliki peran atas hadirnya Habibie Cup Sulsel. Ketiga orang itu langsung menemui Habibie untuk meminta izin untuk menggunakan namanya dalam kompetisi tersebut. Benar saja putra Parepare itu langsung menyetujui.

“Ketika ide ada, Pak Mirdin Kasim, Pak HM Alwi Hamu, dan Pak Ibrahim Manisi, membutuhkan tokoh nasional asal Parepare yang pas untuk jadi ikon turnamen ini dan memilih Habibie. Mereka menemui Habibie dan meminta izin,” katanya, saat ditemui di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Parepare, Minggu, 15 September.

Mantan Kapten Persipare itu, menceritakan, Piala Habibie Cup I berbahan platinum merupakan pemberian hadiah dari Pak Habibie. Piala itu didesain dari negara Jerman. “Piala pertamanya itu didesain dari Jerman loh, itu merupakan hadiah dari Pak Habibie. Meskipun beliau tidak sempat hadir menyerahkan piala itu karena pada saat itu beliau sibuk di Jerman,” katanya. “Kita harus hadirkan sosok Habibie di sepak bola, dengan cara terus menggulirkan kompetisi Habibe Cup. Banyak daerah yang sudah pernah meminta kompetisi ini, saya harap setiap tahun harus digelar,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *