Warga Majene Kian Cemas, Karhutla Terjadi Dimana-mana

by

PAREPOS.CO. ID, MAJENE– Kondisi kemarau saat ini melanda Majene, membuat warga semakin cemas dan dihantui rasa ketakutan. Kecemasan itu lantaran kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nampaknya semakin merajalela di daerah ini.

“Saat ini kami cukup cemas dan merasa tidak nyaman karena banyaknya peristiwa kebakaran lahan dan kebun. Rupanya pemda Majene sudah tak sanggup mengatasi hal itu, “Sebut warga Majene, Sarman, Sabtu 12 Oktiber.

Betapa tidak dari hasil pantauan seperti kejadian Karhutla bisa terjadi dua titik kebakaran di hari yang sama. Seperti Jumat 11 Oktober kemarin, Karhutla di Lingkungan Segeri Kelurahan Baruga Dhua nyaris menghanguskan gardu induk milik PLN Majene. Untung saja, menjelang siang kobaran api bisa dipadamkan tanpa bantuan pemadam kebakaran (Damkar).

Kejadian serupa Jumat sore sekitar pukul 16.00 wita Karhutla kembali terjadi di Dusun Tappa Banua Kecamatan Pamboang, Majene. Dari peristiwa ini mengakibatkan kebakaran Lahan yang ditumbuhi rumput ilalang dan tumbuhan lainnya hangus terbakar.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah warga setempat menyebutkan, sekitar pukul 16.00 sore warga melihat api sudah mulai membesar dan semakin meluas di sekitar lahan ilalang milik seorang warga bernama Maqmi berusia sekitar 60 tahun. Diketahui adalah seorang petani yang tinggal di dusun Tappa Banua dan lahan kebunnya diperkirakan seluas satu hektar yang terbakar api.

Warga yang turun lokasi berupaya memadamkan api dengan menggunakan peralatan apa adanya. Termasuk Personil dari Polsek Pamboang yang dipimpin langsung Kapolsek Pamboang, Iptu Darwis, dibantu warga setemoat. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.40 Wita. Namun, warga masih tetap waspada di lokasi tersebut.

Sedangkan petugas masih terus mendalami peristiwa Karhutla itu yang telah menghanguskan lahan ilalang sekitar satu hektar itu. Sementara informasi yang didapatkan dari petugas Damkar BPBD Majene mengakui pihaknya saat ini tidak bisa berbuat banyak menghadapi Karhutla. Pasalnya, seluruh armada Damkar dalam keadaan rusak dan tidak normal. Sehingga pihaknya tidak bisa apa-apa kalau ada permintaan warga untuk menurunkan Damkar di lokasi kejadian tersebut. (edy/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *