99 Pusaka Wajo Dipamerkan di Kedatuan Luwu – Pare Pos – Online
new-picture-7
Daerah

99 Pusaka Wajo Dipamerkan di Kedatuan Luwu

15665481_1399205363424418_7045125693404295399_n
BENDA PUSAKA. Ketua Komunitas Kawali Pusaka Wajo, Andi Pajung Paroe ( jas hitam) foto bersama Burhanuddin Andi di acara pameran pusaka di Luwu.

WAJO, Parepos.co.id — Komunitas Wajo Peduli Pusaka memamerkan sebanyak 99 bilah pusaka seperti gecong, Toasi, Keris, Sapukala, Tombak dan beberapa jenis badik, di Istana Langkanae, Kedatuan Luwu, beberapa waktu lalu.

Ketua Pompessi Luwu, Indra Wijaya, menyatakan bahwa pameran benda pusaka sebagai bentuk pelestarian budaya dan adat Sulawesi Selatan. Saat ini, banyak generasi muda tidak mengetahui nilai budaya dan sejarah.

Selain pameran benda pusaka, Kedatuan Luwu juga menggelar pagelaran seni budaya, seminar tentang Danau Matano serta Kirab Pusaka yang diikuti oleh sejumlah komunitas budaya di Sulsel.

Indra mengaku acara ini sengaja digelar agar masyarakat tetap ingat dan mengetahui bagaimana sejarah dan budaya tanah bugis, berbagai peninggalan dan tradisi yang dimiliki daerahnya.

Indra berharap tradisi ini jangan sampai dilupakan khususnya generasi muda. “Kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat tentang kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Herwin Aldy, anggota Komunitas Kawali Pusaka Wajo berharap pameran budaya dan benda pusaka di Istana kerajaan Luwu oleh Komunitas Pompessi Luwu juga digelar di Kabupaten Wajo.

“Pameran ini sebagai bentuk dan upaya melestarikan budaya. Wajo sebenarnya juga memiliki kesempatan untuk melakukan dan menggelar hal yang sama, hanya saja saat ini itu belum dilakukan,” kata Herwin

Ketua Komunitas Kawali Pusaka Wajo Andi Pajung Peroe, mengatakan, Wajo memiliki pusaka peninggalan yang cukup banyak namun menurutnya karena lemahnya perhatian dari masyarakat dan pemerintah sehingga saat ini pusaka hanya menjadi barang koleksi pribadi yang tidak bisa dinikmati masyarakat.

Pameran benda pusaka, kata dia, banyak memberikan nilai positif seperti meningkatkan minat pemuda dalam menjaga dan melestarikan budaya.

Di sisi lain juga akan menjadi bahan edukasi bagi masyarakat serta menjadi ajang untuk menarik wisatawan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Wajo memberikan bantuan agar para pemerhati budaya dapat melaksanakan pemeran budaya dan benda pusaka. (ile/ril)

Click to comment
space_iklan_400x650

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top