Alih Fungsi, Elpiji Langka – Pare Pos – Online
Ajatappareng

Alih Fungsi, Elpiji Langka

ELPIJI. Alih fungsi gas elpiji yang sebelumnya hanya digunakan untuk kebutuhan dapur, saat ini difungsikan untuk berbagai kegiatan, salah satunya untuk menyedot air di sawah. Berita di Halaman 13.

SIDRAP, Parepos.co.id – Elpiji tiga kilogram atau liquified petroleum gas (LPG; gas minyak cair) merupakan barang langka di Kabupaten Sidrap. Kebutuhan yang meningkat disebutkan menjadi penyebab.
Risma (35), ibu rumah tangga (IRT) di Pangkajene, Sidrap mengaku kesulitan mencari gas di pangkalan dan di warung-warung di wilayahnya. “Situasinya sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, saya sudah mencari kemana-mana, tetapi semuanya kosong,” kesal Risma, Rabu kemarin.
Akibat sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg itu, Risma mengaku terpaksa harus berkeliling mencari gas menggunakan sepeda motor, itu pun hanya berhasil mendapat satu tabung saja.
Sulitnya warga memperoleh elpiji isi 3 kg di Sidrap, tak ditepis Kabag Perekonomian Setda Sidrap, Ambo Ela. Meski demikian, dia tetap mengklaim LPG melon tidak langka. “Elpiji 3 kg sebenarnya tidak langka, hanya saja memang ada lonjakan kebutuhan seiring adanya alih fungsi penggunaan elpiji 3 kg akhir-akhir ini,” kata mantan Kabag Humas Setda Sidrap itu.
Saat ini, kata Ambo Ela, hampir semua petani di Sidrap tak lagi menggunakan bensin sebagai bahan bakar penyedot air di sawah, tetapi sudah beralih menggunakan gas. “Itu belum termasuk peternak ayam petelur yang kini rata-rata mengandalkan elpiji melon sebagai bahan bakar penerangan di kandang, ini yang sedang dicarikan solusinya,” kata Ambo Ela.
Guna menstabilkan kembali elpiji 3 Kg di Sidrap, kata Ambo Ela, pihaknya berencana akan melakukan pendataan tingkat kebutuhan oleh petani, peternak dan masyarakat. “Upaya yang akan ditempuh, dengan cara bermohon penambahan kuota elpiji melon apabila nantinya benar terjadi lonjakan pemakaian,” kata Ambo Ela. (ira/lim)

Click to comment

Most Popular

To Top