APINDO Ajak Masyarakat Polman Bangun Ekonomi Sulbar – Pare Pos – Online
new-picture-7
Ekonomi

APINDO Ajak Masyarakat Polman Bangun Ekonomi Sulbar

Dirga Adi Putra Singkaru

PAREPOS.CO.ID, POLMAN — Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APINDO) Provinsi Sulbar yang saat ini dijabat Dirga Adi Putra Singkaru bertekad membangun ekonomi masyarakat Sulbar. Hal ini ditandai dengan disebarnya 200 baliho pada seluruh titik strategis di Kabupaten Polewali Mandar. Sebaran itu bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih mencintai dunia usaha. Ketua Apindo Sulbar yang diwakili sekretaris pribadinya Yuliani mengatakan, sejak dijabat oleh Dirga Singkaru setahun lalu, Apindo kini akan intens bersosialisasi untuk mengajak masyarakat membangun ekonomi Sulbar dan masyarakat Polman pada khususnya. “Apindo kini fokus pada pengembangan ekonomi. Kita ingin melihat bagaimana sambutan masyarakat,” jelas Juliarti Kamis pekan lalu

Menurut dia, selama ini Apindo belum familiar dimasyarakat, karena sementara masih merampungkan kepengurusan pada tingkat Kabupaten. “Jujur, Apindo belum terlalu dikenal masyarakat Polman, karena Ketua baru (Dirga) juga baru satu tahun menjabat dan sementara membenahi kepengurusan tingkat Kabupaten yang belum rampung secara utuh,” katanya

Lebih lanjut, kata dia, dalam baliho yang disebar isinya bersifat mengajak masyarakat untuk turut mengembangkan ekonomi, apalagi pengalaman dan jaringan yang dimiliki seorang Dirga Singkaru dalam dunia usaha bisa menjadi daya dukung. “Dalam dunia usaha Dirga sudah pengalaman, beliau telah memiliki jaringan yang luas, modal ini yang akan coba dibangun bagaimana bekerja bersama mengembangkan komoditas sumber daya alam yang sangat potensial di Sulbar

Dirga Singkaru yang juga pengusaha batubara dan ekspor impor itu juga tambah Yuli bertekad menjadikan Sulbar dan khususnya Polman tidak hanya sebagai pemasok beras, tetapi tanaman seperti cabe, bawang, kol dan wortel yang biasa dipasok dari Kabupaten Enrekang turut akan dikembangkan. “Baru-baru ini kami ditantang Indofood memasukkan cabai, dengan catatan cabai jenis unggul dengan porsi bahan kimia dibawa 40%. Sementara ini kami sudah dapatkan satu daerah dengan kultur tanah yang cocok yakni di Batetangnga. Kini hanya tinggal menunggu respon masyarakat saja,” tandasnya.(wal/ade)

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top