Astaga, Sulbar Peringkat 16 Penyalagunaan Narkoba di Indonesia – Pare Pos – Online
Sulawesi Barat

Astaga, Sulbar Peringkat 16 Penyalagunaan Narkoba di Indonesia

Kepala BNN Sulbar Brigjen Pol Dedy Sutarya melantik dan mengambil sumpah Kepala BNNK Polman Sabri Syam, di ruang pola kantor Bupati Polman, Rabu 19 April.

PAREPOS.CO.ID, POLMAN — Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Provinsi Sulbar masuk dalam rangking 16 dari 33 provinsi di Indonesia tertinggi penyalagunaan narkoba.  Penyalahgunaan narkoba terbesar di Sulbar adalah di Kabupaten Polman. Hal ini diungkap Kepala BNN Sulbar Brigjen Pol Drs Dedy Sutarya saat melantik dan mengambil sumpah Kepala BNN Polman di ruang pola kantor Bupati Polman, Rabu 19 April, kemarin.

Jenderal polisi bintang satu itu menyebutkan gambaran jumlah angka pravalensi penggunan narkoba di Sulbar pada tahun 2015  tercatat 1,22 persen atau setara dengan 17.590 jiwa dari jumlah keseluruhan penduduk Sulbar. Dia menyebutkan, Indonesia telah masuk pada fase kronis penyalagunaan narkoba yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat pada semua tingkatan sosial mulai dari kota hingga ke desa.

Dipilihanya Polman sebagai kabupaten pertama pembentukan BNNK karena melihat kondisi geografi dan demografi wilayah yang potensial bila dibandingkan dengan lima kabupaten lain di Sulbar. Olehnya itu daerah ini menjadi prioritas dengan sumber daya yang dimiliki. “Mudah-mudahan mereka yang telah dilantik dapat mengembang tugas visi-misi menyatukan persepsi ke semua stakeholder dalam rangka pemberantasan narkoba,” harapnya.

Dengan adanya BNNK di Kabupaten Polman akan menjadi perpanjangan tangan provinsi untuk memutus mata rantai peredaran barang haram itu. Salah satunya dengan melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan serta tindakan preventif lainnya.  Menurut dia, antara pemakai dan pemasok harus dapat dicegat dengan tindakan yang keras dan tegas sesuai dengan perintah Presiden RI. “Kita akan cari tahu, siapa jaringannya, karena biasanya memakai jaringan terputus, dan bila terbukti, jangan segan-segan, tindak keras dan tegas,” tegasnya.

Dia juga meminta kepada para orang tua yang memiliki anak keturunan yang telah menggunakan narkoba supaya dilaporkan pada call centre untuk mendapatkan rehabilitasi gratis. “Jadi kalau ada orang tua yang mengetahui anaknya pengguna narkoba, laporkan cepat supaya kita rehab, dan dijamin gratis. Daripada anda mengetahui lalu tidak melapor anda bisa dipidana,” ingatnya.

Prev1 of 2

Most Popular

To Top