Bantuan Kementan ‘Mubazir’ tak Terpakai di Polman – Pare Pos – Online
Sulawesi Barat

Bantuan Kementan ‘Mubazir’ tak Terpakai di Polman

POLMAN,Parepos.co.id– Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang membagikan mesin tanam bagi kelompok tani dibiarkan mangkrak alias mubazir di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Pasalnya, masyarakat cenderung tidak menghendaki alat itu, sehingga dibiarkan begitu saja tanpa digunakan. Diduga hal ini akibat sosialisasi dan spesifikasi alat yang kurang baik.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Lahan Dinas Pertanian Kabupaten Polman, Andi Ibrahim Wela mengatakan, adanya mesin tanam yang tidak digunakan disebabkan karena masyarakat kelompok tani cenderung lebih memilih cara konvensional atau manual dibanding dengan menggunakan alat modern.

Ibrahim menilai faktor sumber daya manusia (SDM), sehingga masyarakat enggan menggunakan alat tersebut. “Faktor SDM kelompok tani yang tidak mampu mengoperasikan alat tersebut. Masyarakat petani juga masih senang dengan cara manual,”jelasnya.
Bantuan pengadaan alat itu tidak berdasarkan usulan, namun terkirim per paket bersama dengan bantuan alat pertanian lain seperti hand traktor. Namun, ia pun tidak mengetahui pasti berapa unit bantuan seperti itu yang datang.  “Kalau tahun lalu itu ada dan tersebar di beberapa kecamatan, tapi kita tidak pernah minta, terkadang hanya mengekor saja kalau ada bantuan hand traktor,”katanya.

Ibrahim juga menyesalkan, bagian unit pelayanan jasa alsintan yang kadang mengirim kelompok tani untuk belajar tata cara pengoperasian alat dan perbaikan mesin, tidak sesuai dengan kapasitasnya. “Itu kan ada pelatihan yang biasa diminta oleh kementerian, cuma kendalanya kita tidak mampu menyampaikan yang dikirim apa latar belakang SDM-nya”, bebernya. Bukan hanya itu, pihak distributor juga tidak mempraktekkan penggunaan mesin tanam itu atau hanya datang begitu saja. “Sosialisasi juga sudah kami lakukan, tapi tidak seberapa”, sambungnya

Sebelumnya petugas UPTD Balai Benih Dinas Pertanian Provinsi Sulbar mengungkapkan, empat alat mesin tanam pertanian merk MAXI untuk salah satu kelompok tani di Kecamatan Campalagian, tak digunakan. Keempat alat itu, disimpan rapi di salah satu halaman rumah warga di Campalagian, sejak dua tahun lalu. Ia juga tidak mengetahui kenapa alat itu tidak difungsikan, padahal sudah tersimpan lama disana. “Sudah lama itu barang, kira-kira dua tahunan. Pihak kabupaten tidak mau datang”, kata petugas tersebut. Pihak Balai Benih pernah meminjam alat itu untuk digunakan pada musim tanam lalu, saat itu kelompok tani datang untuk belajar.
“Setelah kami pinjam, baru datang kelompok taninya mau belajar, mungkin kurang sosialisasi. Saat digunakan, alat itu diakui memang tidak sesuai dengan spesifikasi standar yang cocok di lahan petani,”ujarnya.(*/ade)

Click to comment

Most Popular

To Top