Bocah Penderita Kelainan Lubang Anus Dibiayai Pemkab Pangkep – Pare Pos – Online
Pro Daerah

Bocah Penderita Kelainan Lubang Anus Dibiayai Pemkab Pangkep

Kadis Kesehatan Pangkep dr Indriaty Latief saat menjemput Maksun di rumah orang tuanya dan akan dibawa ke RSUD Pangkep, untuk menjalani operasi.

PANGKEP, Parepos.co.id–Muh Nur Maksun (8) penderita kelainan penyempitan lubang anus, di Kelurahan Pabbundukang, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep, setelah diberitakan media.
Bocah dari pasangan Maknun (44) dan Nurwahida (35) baru diketahui orang tuanya menderita penyakit kelainan anus sejak berumur 3 bulan. Namun keluarga tidak membawa anaknya berobat dengan alasan tidak memiliki biaya. Orang tua Maksun sendiri bekerja sebagai tukang Bentor di Kabupaten Pangkep. Pemkab Pangkep, melalui Kepala Dinas Kesehatan, Kamis 16 Februari, berkunjung ke rumah Maksun untuk melihat sendiri penderitaan Maksun dan membawanya ke dokter ahli bedah di RSUD Pangkep, guna mendapat pemeriksaan dan pengobatan akan kelainan yang diderita Maksun.
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latif, menuturkan, saat berkunjung langsung ke rumah orang tua maksun, segala biaya pengobatan dan perawatan Maksun akan ditangani langsung oleh pemerintah. “Kita akan mengambil tindakan operasi, setelah melihat kondisi Maksun, dan ada kemungkinan besar akan kembali normal. Segala biaya operasi dan pengobatannya akan ditangani oleh pemetintah,” kata Indri, sapaan akrab Indriaty Kamis 16 Februari. Ia juga menyampaikan, kepada warga Pangkep khususnya, jika ada yang mengalami kelainan pada dirinya dan mengalami gangguan kesehatan segeralah memeriksan dirinya ke rumah sakit, agar cepat mendapat pertolongan.
Sementara itu, Maknun ayah kandung dari Maksun, mengatakan, jika selama puteranya berusia kelas 1 SD, tidak pernah sama sekali mengeluh. Namun, baru-baru ini setelah berusia kelas 2 SD, puteranya sering mengeluh kesakitan akan kelainan yang diderita hingga perutnya mulai membengkak. “Kami berniat membawanya ke rumah sakit, tapi tidak memiliki biaya.
Sebulan terakhir ini, anak saya sering mengeluh kesakitan dan setiap pulang sekolah, ia berguling kesakitan. Sebenarnya kita mau bawa ke rumah sakit menunggu uang hasil dari tarik bentor. Alhamdulillah, pihak pemerintah mau meringankan beban kami, dan membawa anak kami untuk dioperasi,” ucapnya. (awi/rif)

Most Popular

To Top