Bupati Soppeng Minta Penjual Tuak Dirangkul – Pare Pos – Online
Pro Daerah

Bupati Soppeng Minta Penjual Tuak Dirangkul

Bupati Soppeng H Andi Kaswadi

SOPPENG, Parepos.co.id–Bupati Soppeng H Andi Kaswadi juga meminta kepada pihak terkait khususnya Dinas Koperidag untuk merekrut masyarakat penghasil tuak agar dikelola menjadi gula merah.
“Saat ini hasil gula merah Kabupaten Soppeng turun drastis, disebabkan masyarakat memilih mengelola dan menjual tuak. Untuk itu saya harapkan dinas terkait mencarikan solusi hal ini,” kata mantan Ketua DPRD Soppeng saat menghadiri pemusnahan ribuan botol minumas keras (miras) dan obat kedaluwarsa berbagai jenis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kampung Lempa, Kelurahan Lalabatarilau, Kecamatan Lalabata, Selasa 10 Januari.
Kaswadi Razak mengatakan, hasil operasi Polres Soppeng ini sangat diapresiasi, karena minuman beralkohol ini sangat merusak generasi muda dan efeknya bisa menimbulkan tindakan pidana di masyarakat. “Kita harus tetap bekerjasama untuk memberantas peredaran minuman keras di Kabupaten Soppen. Karena efek dari miras ini bisa menimbulkan tindakan pidana,” kata Ketua Golkar Soppeng ini. Pemusnahan dilakukan Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Miras dan obat kedaluwarsa berbagai merek yang dimusnahkan dalam lubang besar menggunakan alat berat eskavator Dinas Lingkungan Hidup Soppeng.
Miras ini merupakan barang bukti (BB) hasil oprasi rutin Polres Soppeng kerjasama Dinas Kesehatan sepanjang tahun 2016 dan awal 2017. Termasuk obat kedaluwarsa pengadaan tahun sebelumnya dari 17 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Soppeng.
Sementara Kapolres Soppeng AKBP Dodiet Prasetyo Aji mengungkapkan, operasi penyakit masyarakat ini akan terus digalakkan demi keamanan masyarakat Kabupaten Soppeng yang lebih kondusif. “Kita akan terus gencarkan operasi penyakit masyarakat ini. Untuk itu, saya imbau kepada masyarakat untuk menjauhi hal-hal yang melanggar hukum,” kata Dodiet Prasetyo.
Adapun minuman beralkohol dimusnahkan itu terdiri atas bir bintang, topi raja, bir hitam, anggur cap orang tua, ballo (tuak pahit) 4.350 liter dan miras jenis lafor. Sedang khusus obat kedaluwarsa hasil operasi Polres Soppeng bernilai Rp 124 juta.
Kegiatan ini juga ditandai penandatangan berita acara pemusnahan oleh Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Ahmad Rosma dan Kadis Kesehatan dr Hj Sry Mulyati Samad M.Kes. (wis/rif)

Most Popular

To Top