Defisit Listrik Capai 175 MW – Pare Pos – Online
new-picture-7
Metro Pare

Defisit Listrik Capai 175 MW

Pemadaman Terus Berlanjut

PAREPARE, Parepos.co.id — Pemadaman listrik yang dilakukan PLN tidak menentu. Pemadaman listrik dilakukan sejak, Sabtu, 7 Januari, pemadaman listrik terjadi di hampir seluruh wilayah di Sulsel.

Asisten Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Area Parepare, Hamzah, menjelaskan, pemadaman listrik di area Kota Parepare, meliputi Kabupaten Sidrap, Barru dan Soppeng itu mengikuti instruksi dari Unit Pengatur Beban (UPB) di Makassar.

“Jadi memang sangat teknis sifatnya, kita di PLN Persero Area Parepare mengikuti permintaan dari UPB agra melakukan pemadaman. Kita berikan selama tiga jam minimal,”kata Hamzah saat ditemui di kantornya, Selasa, 10 Januari.

Dia mengatakan, pihaknya telah berusaha untuk mengantisipasi dampak pemadaman tersebut dengan mengomunikasikan secara terus menerus kepada UPB agar pemadaman dilakukan seminimal mungkin di Kota Parepare dan sekitarnya.

“Semoga ini cepat teratasi, kita juga belum bisa memastikan sampai kapan pemadaman ini berlanjut, tapi kami usahakan agar secepat mungkin bisa teratasi,” katanya.

Asisten Manager Jaringan, Sanuddin, menjelaskan bahwa pemadaman tersebut terjadi di seluruh Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang sistem jaringan memiliki beban yang berbeda.

“Kita belum bisa memberi jadwal pemadaman, karena yang menentukan bukan kita. Tapi dari UPB Makassar,” katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) PLN Wilayah Sulselrabar, Wasito Adi, seperti rilis yang dikirim ke PARE POS, mengatakan, bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto, menggunakan batu bara dalam kondisi basah dan lengket sehingga suplai bahan bakar tidak memadai.

“Batu bara basah dan lengket pada mesin PLTU Bosowa Energy Jeneponto. Namun, Saat ini, PT PLN Wilayah Sulselrabar sementara melakukan penormalan, sehingga pemadaman tidak bisa dihindari,” katanya.

Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan manajemen PT Bosowa Energy agar segera melakukan penormalan pada mesin-mesin penggiling batu bara dan mengeluarkan batu bara yang basah dari bunker.
Ia memperkirakan, proses penormalan ini akan memakan waktu hingga sore, Selasa, 10 Januari. Maka dari itu, ia mengimbau warga agar menggunakan energi listrik dengan bijak terutama pada waktu beban puncak (WBP).

“Diperkirakan PLTU Jeneponto baru bisa beroperasi normal pada Rabu, 11 Januari (hari ini). Kondisi ini, kami terpaksa melakukan pemadaman secara bergilir di Sulselbar,” katanya.

Menurutnya, sistem kelistrikan di Sulsel mengalami defisit sekitar 175 megawatt (MW). “Kami mewakili PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Humas PT PLN Wilayah Sulselrabar, Rosita Zulkarnaen, mengatakan terkait pemadaman listrik sejak 7 Januari 2017 disebabkan adanya gangguan mill (ngeblock) di PLTU Jeneponto.

Ada dua pembangkit tidak berfungsi, kata Rosita, masing-masing PLTU Unit satu dan dua, dengan daya kurang lebih 200 MW. “Cakupan wilayah pemadaman memang luas, sebab ada 200 MW daya ngeblock,” ujar Rosita.

Dia bertutur, upaya penanganan gangguan dimulai sejak Minggu, 8 Januari, telah dilakukan, dan sekitar pukul 10.30 Wita, PLTU Jeneponto unit satu mulai firing. Namun pukul 16.00 Wita, masalah kembali terjadi, pembangkit mengalami gangguan kebocoran pipa reheater.

Sampai saat ini, kata dia, PLN masih berkoordinasi dengan PT Bosowa Energy, selaku pemilik PLTU Jeneponto.”Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya. (tip-dil/ril)

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top