Dipecat, Mantan Bos Dihabisi – Pare Pos – Online
new-picture-7
Metro Balikpapan

Dipecat, Mantan Bos Dihabisi

BUKAN PERAMPOKAN: Dua tersangka pembunuhan bermotif dendam di Samarinda diamankan Polda Kaltim di Kalimantan Selatan, Jumat 6 Januari.

BALIKPAPAN, Parepos.co.id –Pembunuhan sadis di Samarinda Kaltim pada Desember 2016 lalu ini awalnya diduga murni merupakan kasus perampokan disertai pembunuhan. Namun, belakangan polisi menyimpulkan, pembunuhan tersebut dilakukan lantaran dendam. Kesimpulan itu berdasarkan luka tusuk disekujur tubuh korban saat ditemukan di Jalan AM Sangaji, Samarinda.
Pelakunya adalah Badarudin (30) dan Samsul (20). Setelah menghabisi korbannya, dua pelaku juga mengambil uang korban. Uang sebesar Rp 103 juta tersebut digunakan untuk membeli sejumlah barang seperti pakaian, sebuah motor, dan berfoya-foya. Selama ini petugas Jatanras Polda Kaltim melakukan pengembangan kasus, tersangka kabur ke Kalimantan Selatan.
“Habis bunuh, saya pergi ke Kalsel. Sewa hotel lima kali lebih, sewa kos, tiap malam dugem,” ungkap Badrudin 8 Januari.Satu unit motor Vixion bekas dibeli seharga Rp 17 juta dengan menggunakan uang tersebut. Mereka juga membeli 20 butir pil inex seharga Rp 20 juta untuk digunakan dugem bersama wanita tuna susila.
Uang ratusan juta tersebut hanya tersisa sekitar Rp 39 juta dalam kurun waktu tidak sampai sebulan.Pasca penemuan jenazah, polisi menganalisis dan berhasil mengetahui keberadaan para tersangka. Mereka diamankan pada Jumat 6 Januari lalu. Motif dendam tersangka dipicu oleh pemecatan yang dilakukan korban selaku supervisor toko tempat keduanya bekerja.
Tersangka sehari-hari bertugas melaporkan produktivitas. Setelah mengetahui motif tersebut, maka dipastikan motif pembunuhan adalah dendam. Sedangkan uang yang dibawa kabur keduanya adalah uang toko yang sebenarnya akan dilaporkan kepada bos toko. Seperti diungkapkan Direktur Reskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Winston Tommy Watuliu, bahwa pembunuhan ini dikategorikan pembunuhan berencana. “Sakit hati karena dipecat, dan merasa pemecatan akibat laporan si supervisor. Pemecatan ini terjadi dua minggu sebelum kejadian. Jadi ini adalah pembunuhan berencana,” terangnya.Pada awalnya kasus ini termasuk melanggar Pasal 365 dan 388 KUHP, namun kini menjadi pelanggaran pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan 365 KUHP tentang Pencurian disertai Pemberatan. Badarudin terancam hukuman mati atau kurungan di atas 20 tahun, sedangkan Samsul yang membantu terancam di atas 15 tahun penjara. (fnn/rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top