Hanya Sebulan Lebih, Mobil Seharga Rp1,2 M Rusak di Polman – Pare Pos – Online
new-picture-7
Sulawesi Barat

Hanya Sebulan Lebih, Mobil Seharga Rp1,2 M Rusak di Polman

POLMAN, Parepos.co.id– Mobil penyapu jalan atau road sweeper seharga Rp1,2 miliar milik Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) tak berfungsi optimal, bahkan lebih banyak terparkir. Mobil yang sejatinya diplot untuk menuntaskan masalah sampah, terlihat tidak beroperasi secara optimal bahkan hanya terparkir dihalaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Dari informasi yang dihimpun PAREPOS, mobil penyapu jalan tersebut telah terparkir sejak beberapa minggu.
Kepala DLHK Kabupaten Polman, Edy Wibowo membenarkan, road sweeper sudah tidak beroperasi karena masalah teknis pada bagian penyapu. “Bagian sapu yang berputar untuk menyapu sampah telah aus dan tidak dapat digunakan lagi,”kata Edy, Selasa 7 Maret, kemarin. Edy mengakui, kerusakan itu telah ditindaklanjuti dengan memesan alat tersebut di Jakarta. Akan tetapi, hingga kini alatnya belum tiba. Biaya pembelian alat tersebut, harganya Rp2,5 juta untuk satu set tuas penyapu.
“Kemarin karena masa uji coba mungkin ada kesalahan penggunaan oleh operator. Dimana seharusnya bagian tuas penyapu tidak terlalu ditekan rapat ke medan aspal, sehingga sapunya cepat aus,”jelasnya.
Lebih lanjut, kata Edy, pihaknya akan merubah regulasi penggunaan mobil penyapu jalan tersebut. Dimana pada saat pengadaannya mobil tersebut direncanakan beroperasi setiap hari di jalan pusat Kota Polman.
“Nantinya mobil tersebut hanya akan digunakan pada sekitar kantor Bupati dan alun-alun kota. Karena setelah dipelajari penyapu jalannya akan cepat haus jika digunakan pada jalan beton bukan aspal,” ungkapnya.
Terpisah, Asisten II Bidang Pembangunan Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Polman, Darwin Badaruddin mengakui, telah mengetahui kerusakan pada mobil penyapu jalan yang didatangkan akhir Januari 2017, lalu karena mengalami masalah teknis. Namun dirinya berkilah, masalah tersebut bukan masalah yang besar karena hanya pada bagian penyapu yang telah tergerus hingga 50 persen lebih. “Tidak rusak’ji, cuma sapunya yang aus. Tapi itu teknisnya DLHK yang tahu,”jelasnya
Darwin menjelaskan, road sweeper itu nantinya akan banyak diparkir karena hanya akan digunakan untuk membersihkan sampah pada skala besar ketika ada event. Selain itu, mobil tersebut tidak cocok digunakan untuk jalan terbuka. “Bedah halnya jika event, disana banyak sampah dan membutuhkan waktu yang cepat dalam pembersihannya sehingga disana cocok untuk digunakan,”timpalnya.(*/ade)

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top