Investasi Raja Salman Gairahkan Daerah – Pare Pos – Online
Nasional

Investasi Raja Salman Gairahkan Daerah

Raja Arab Saudi bersama Presiden RI

PAREPARE, Parepos.co.id– Kedatangan Raja Salman membawa harapan baru untuk Indonesia, termasuk di daerah. Presiden Jokowi dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pun melaksanakan pertemuan bilateral. Berbagai isu dibahas dalam pertemuan itu.
Bukan hanya untuk meningkatkan kerja sama antarnegara secara umum. Namun, secara khusus Presiden Jokowi berusaha menggaet investasi semaksimal mungkin dari Arab Saudi ke Indonesia. Setelah pertemuan itu, kedua negara menandatangani 11 nota kesepahaman.
Penandatanganan dilaksanakan sejumlah menteri dua negara di Gedung Utama Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, disaksikan Presiden Joko Widodo dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.
Kesepakatan ini merupakan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang. Kerja sama tersebut, membawa angin segar bagi masyarakat Indonesia, bahkan berimplikasi secara positif ke daerah dalam beberapa hal sektor. Seperti kerja sama ekonomi di bidang UMKM, pelayanan haji dan umrah dan lainnya. Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Parepare, Rahmat Sjamsu Alam di Gedung DPRD, kemarin.
Menurutnya, rencana investasi pemerintah Arab Saudi (Raja Salman) sebesar US$ 25 miliar atau sekitar (Rp334,06 triliun) ke Pemerintah Indonesia merupakan angin segar bagi masyarakat Indonesia.
“Kunjungan Raja Salman ke Indonesia, apalagi memberikan investasi yang cukup besar secara kasak mata berimplikasi terhadap pemerintah yang berada di daerah kabupaten/kota, khususnya dalam bentuk peningkatan infrastruktur,” ujar Rahmat. Ato panggilan akrab Rahmat Sjamsu Alam mengansumsimkan, investasi pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia memang secara langsung tidak berdampak terhadap daerah. Namun secara kasak mata ada pengaruhnya.
“Misalnya, pembangunan pembangkit listrik tadinya membebani APBN, tapi setelah adanya investiasi tersebut, maka bisa digunakan membiayai pembangkit listrik tersebut. Sehingga anggaran pembangkit listrik dalam APBN tersebut bisa dialihkan ke daerah dalam bentuk dana transfer ke daerah,” ujar Ato.
Selain berdampak terhadap infrastruktur, kerja sama pemerintah Arab Saudi dengan pemerintah Indonesia berimplikasi positif terhadap pelayanan haji dan umrah.
Ada investasi dalam sektor keagamaan, yakni pemberian kuota haji 221 ribu dan tambahan kuota 10 ribu jemaah haji. “Kerja sama sektor keagamaan ini juga berdampak positif terhadap daerah. Di mana jemaah haji kita (Parepare) yang tadinya lama antrean naik haji bisa berkurang dari 20 tahun, tinggal 15 tahun karena adanya tambahan kuota haji,” katanya.
Tak hanya itu, kata dia, pelayanan haji juga sudah semakin bagus, sehingga warga Parepare bisa melaksanakan ibadah haji maupun umrah dengan pelayanan yang bagus. Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Parepare, H Tasming Hamid menambahkan, kunjungan Raja Salman kepada Indonesia, apalagi berinvestasi merupakan hal yang patut diapresiasi.
“Ini berkah bagi pemerintah dan rakyat Indonesia, apalagi investasinya cukup besar, capai Rp300 triliun. Nah perekonomian Indonesia bisa berkembang hingga ke daerah, khususnya dalam kerja sama UMKM,” kata Tasming yang juga anggota DPRD Parepare ini.
Tasming menjelaskan, investasi Raja Salman tersebut bersifat simbiosis mutualisme. “Artinya perekonomian berkembang di pusat, juga berdampak terhadap daerah, terutama dalam pengembangan UMKM,” tandas Tasming.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah Abdul Mu’thi mengatakan, kunjungan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud, dapat berimplikasi baik untuk masyarakat Indonesia dalam beberapa hal seperti haji, TKI, dan kerja sama ekonomi.
“Kita harap bisa meningkatkan kerja sama dalam pemenuhan kuota dan pelayanan jemaah haji terutama akomodasi dan kesehatan,” ucapnya, kemarin.
Senada juga diutarakan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia mengatakan, jika Presiden Jokowi menargetkan nilai investasi yang masuk setelah kunjungan Raja Salman mampu mencapai 25 miliar dolar AS.
Target tersebut sangat optimistis dan fantastis. Lalu seberapa besar sebenarnya investasi Arab Saudi di Indonesia selama ini? Dari data Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), sepanjang 2016 realisasi investasi Arab Saudi hanya 900 ribu dolar AS atau sekitar Rp11,9 miliar (kurs Rp13.300) untuk 44 proyek. Dengan angka realisasi investasi itu, Arab Saudi berada di posisi 57, di bawah Afrika Selatan investasinya mencapai 1 juta dolar AS untuk delapan proyek.
Angka itu juga jauh dibandingkan realisasi investasi dari negara Timur Tengah lainnya seperti Kuwait yang mencapai 3,6 juta dolar AS. Sedangkan jika dihitung pada periode 2010 hingga 2015, nilai investasi Arab Saudi tercatat hanya mencapai 34 juta dolar AS atau 0,02 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu tersebut.
Dari laporan BKPM, negara Timur Tengah seperti Arab Saudi selama ini memang masih berada di jajaran papan tengah daftar peringkat negara yang menanamkan modalnya di Indonesia. Yakni peringkat ke 57. Posisinya masih kalah dari Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, dan Amerika Serikat. (*)

Click to comment

Most Popular

To Top