JK: Mau Terkenal, Negara Harus Maju atau Nakal – Pare Pos – Online
new-picture-7
Nasional

JK: Mau Terkenal, Negara Harus Maju atau Nakal

Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla didampingi HM Alwi Hamu, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Tanri Abeng memukul gong menandai pembukaan Rakernas IL9 di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, kemarin.

JAKARTA,Parepos.co.id– Wakil Presiden RI, HM Jusul Kalla (JK) mengawali sambutannya saat membuka Rakernas Institut Lembang Sembilan (IL9) dengan candaan soal popularitas negara. Kata JK, sepekan terakhir sangat dihebohkan dengan kunjungan seorang Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al Saud. Hebohnya minta ampun.
“Hari ini, ada 15 pimpinan negara yang hadir di Indonesia. Tidak banyak yang tahu kan,” kata JK diiringi tawa peserta Rakernas IL9 di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Senin 6 Maret, kemarin
Menurut dia, dari fenomena ini bisa ditarik kesimpulan bahwa negara baru akan mendapatkan perhatian dunia jika maju dan kaya. Selain itu, juga bisa dikenal jika nakal. “Jadi dua (hal), jika negara mau dikenal. Maju atau nakal. Indonesia tidak kedua-duanya. Tetapi kita tidak ingin nakal, tapi bagaimana bersama memajukan negara ini. Negara dan rakyat harus kaya,” tegas JK.
Dua juga menyoroti pola bagaimana media dan masyarakat menyikapi kunjungan dari Raja Arab. Yang dibahas hanya berapa investasi yang bisa diberikan untuk Indonesia. Tidak pernah ada yang bahas berapa investasi atau sumbangsih masyarakat Indonesia untuk Arab Saudi.
Padahal, kata JK, setiap tahun ada 1,2 juta penduduk Indonesia ke Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. “Pola pikir kita jangan mau menerima terus. Sekali-sekali, kita harus menggunakan prinsip lebih baik tangan di atas. Kita seharusnya sudah membangun Kamboja dan negara-negara lainnya. Bukan mau dibantu terus,” paparnya.
JK melanjutkan, setiap saat orang dari Arab Saudi juga tak sedikit yang berkunjung ke Indonesia. Meski pun ujung-ujungnya ke Puncak. “Tidak apa-apa. Surga itu memang kan ada tiga bagi mereka. Buah-buahan banyak, air mengalir jernih, dan bidadari. Di puncak itu lengkap,” kata JK yang kembali menimbulkan gelak tawa peserta Rakernas.
Sebelumnya, Ketua Umum IL9, HM Alwi Hamu dalam laporannya mengatakan, kegiatan Rekernas dilaksanakan untuk menyusun laporan-laporan tahun 2017 dan tahun 2018. Rekernas dihadiri 32 perwakilan daerah dan empat perwakilan dari luar negeri yaitu dari Taiwan, Hongkong, Singapura, dan China.
Institut Lembang Sembilan awalnya dibentuk untuk mendukung Bapak Yusuf Kalla pada Konvensi Nasional Golkar  mencari Capres pada tahun 2003, kemudian berlanjut menjadi Tim Kampanye Nasional SBY-JK, selanjutnya di bawah pimpinan Bapak M. Abduh dan Bapak Tanri Abeng dibentuk think thank dari pemerintah SBY-JK,” jelasnya.
Program-program berdasarkan tagline pada awalnya adalah “Bersama membangun Bangsa”, kemudian selanjutnya berubah menjadi “Mengindonesiakan Indonesia”, maksudnya agar Indonesia menjadi milik bangsa Indonesia sendiri bukan milik asing, dan bagaimana bisa melakukan riset dan teknologi dengan meningkatkan kemampuan untuk kepentingan rakyat Indonesia. (*/ade)

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top