Kemiskinan, Tidur Beralaskan Spanduk, Kadang hanya Makan Pisang – Pare Pos – Online
Ajatappareng

Kemiskinan, Tidur Beralaskan Spanduk, Kadang hanya Makan Pisang

Kemiskinan di Kabupaten Pinrang

PINRANG– Kehidupan tampaknya tak memberi pilihan kepada Hasnaini (44), warga Dusun Banga-banga, Desa Bunga Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Walau hidup di daerah lumbung pangan, Kabupaten Pinrang, namun kemiskinan dan kekurangan beras, sering menghinggapinya. Hasnaini tak meminta-minta untuk mencukupi kebutuhannya. Ia bekerja walau serabutan. Tapi begitulah, namanya serabutan, tentu tidak mempunyai penghasilan tetap. Apalagi seolah tidak diingat orang untuk disedekahi, atau diberi bantuan  dari pemerintah.

Melihat gubuknya yang reyot, bikin miris. Memprihatinkan. Sejak ditinggal suaminya, tiga tahun lalu,  kehidupan menyedihkan Hasnaini, dimulai. Ia berjuang untuk menghidupi dan menyekolahkan anaknya yang saat ini sudah duduk di bangku kelas satu sekolah dasar. Ditemui di gubuknya yang tidak layak huni, ia menceritakan, untuk menghidupi dirinya dan anaknya, bekerja serabutan dan kadang ada belas kasihan orang lain. Hasnaini yang rumahnya berjarak sekira lima kilometer dari Kota Pinrang, mengaku, makan seadanya sudah cukup, nasi dan garam. “Tapi biasa juga hanya makan pisang kalau beras sudah habis,” ujarnya. Nadanya sedih, pasti.

Sudah 10 tahun ia tinggal di wilayah tersebut. Walau memiliki saudara, namun tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Perempuan kelahiran, Dusun Bua-bua, Kecamatan Mattiro Bulu, 14 November 1973 ini, pasrah dengan kondisinya sekarang. Namun bantuan dari pemerintah untuk warganya, masih diharapkan.  Sebab, Pemerintah Kabupaten Pinrang mempunyai program pengentasan kemiskinan. Hanya saja, apakah menyentuh warga Pinrang yang betul-betul miskin seperti Hasnaini, hanya pemerintah yang tahu. Tapi kalau melihat kondisi gubuknya yang sepertinya sulit dikatakan sebagai tempat tinggal, mestinya menjadi prioritas bantuan.

Sebagai gambaran, gubuk Hasnaini beralaskan tanah, berdinding gamacca yang sudah lapuk. Tempat tidur beralaskan spanduk bekas dan tanpa listrik.  “Beginilah kondisinya, tidak karuan,” ungkapnya, Senin kemarin.
Dia mengaku belum mendapat bantuan pemerintah, khususnya untuk bedah rumah. Masih sebatas janji. Kadang hanya dikunjungi saat momen Pilkada, lalu  dilupakan.  Sekretaris Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu,  Muh Jafar yang dihubungi, mengaku pernah mengusulkan bantuan bedah rumah ke Dinas PUD Pinrang sejak 2014 lalu, namun hingga saat ini belum ada realisasi.  Yah, Hasnaini, salah satu potret kemiskinan di Bumi Sawitto. Tinggal di gubuk tak layak dan makanan ala kadarnya. Pemerintah mesti turun tangan, tidak membiarkannya. Sebab dengan pembiaran, kehidupan yang sedikit layak, tak bisa dirasakan Hasnaini bersama anaknya. (nur/lim)

Most Popular

To Top