KSOP Investigasi Tenggelamnya KMB Mujur Indah – Pare Pos – Online
Metro Pare

KSOP Investigasi Tenggelamnya KMB Mujur Indah

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Parepare saat mengelar jumpa pers

PAREPARE,Parepos.co.id– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Parepare masih melakukan investigasi terhadap insiden tenggelamnya Kapal Motor Barang (KMB) Mujur Indah di Perairan Campalagian, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kapal kayu dengan kapasitas 105 GT tersebut mengangkut ratusan ton sembilan bahan pokok (sembako) dan hasil bumi lainnya bertolak dari Pelabuhan Cappa Ujung Parepare menuju Tarakan dan Berau hingga saat ini belum diketahui penyebab bisa tenggelam.  Bahkan KSOP berkilah kalau keberangkatan kapal tersebut sudah sesuai prosedure. “Kapal itu sudah memenuhi prosedur standar keberangkatan,” kata Kasi Lalulintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Parepare, Rusli yang dihubungi, kemarin. Dia mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan KSOP Samarinda untuk mendapatkan informasi terbaru terhadap awak Mujur Indah yang selamat tersebut. “Kita baru bisa mengetahui apa penyebab tenggelamnya kapal tersebut, jika sudah memeriksa dan meminta keterangan kepada para anak buah kapal (ABK) yang jumlahnya sepuluh orang itu,” jelas Rusli.

Dia mengatakan, kesepuluh awak KLM Mujur Indah tersebut sudah dievakuasi oleh KM Aditya, dan sekarang berada di Samarinda, Kalimantan Timur. “Saat ini awak kapal yang dievakuasi berada di Samarinda. Kami sudah hubungi KSOP setempat untuk membantu dan memberikan fasilitas kepada mereka semua,” ungkap Rusli. Rusli menambahkan, keberangkatan kapal tersebut tidak diberi peringatan cuaca ekstrem. Hal ini lantaran, saat itu kondisi cuaca masih bagus, dengan ketinggian gelombang saat itu mencapai 0.75 meter. “Karena sebelum berangkat, kondisi cuaca masih bagus dan ketinggian ombak hanya mencapai 0,75, tidak sampai dengan satu meter,” jelasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Parepare, Muhammad Amali Katjo menyebutkan,  informasi tenggelamnya KLM Mujur Indah didapat dari salah satu keluarga dari Anak Buah Kapal (ABK) yang saat itu ikut menyaksikan tenggelamnya KLM Mujur Indah.  “Informasi tenggelamnya KLM Mujur Indah didapat dari keluarga ABK  pada pukul 14.00 Wita,” kata Amali.
Ia menegaskan, pihaknya setiap mengeluarkan atau menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) selalu mengacu pada Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Olehnya itu, keberangkatan KML Mujur Indah pada Sabtu, 18 Maret 2017, jika dilihat dari laporan BMKG menyatakan kondisi saat itu bagus atau bisa berlayar. Maka kami (KSOP) baru bisa mengeluarkan SPB tersebut,” terang Amali. Amali menjelaskan, pemeriksaan terhadap awak kapal yang selamat pasca tenggelamnya KLM Mujur Indah dilakukan di KSOP Parepare. “Proses pemeriksaan selanjutnya dilakukan di sini. Itu karena keberangkatan KLM Mujur Indah berada dalam wilayah KSOP Parepare,” ujar Amali.

Amali menegaskan, klaim asuransi atau ganti rugi terhadap barang muatan berupa ratusan ton sembako dan hasil bumi lainnya yang tenggelam bersama kapal menjadi tanggung jawab agen kapal. “Adapun klaim asuransi untuk barang muatan yang tenggelam, kami pihak KSOP Parepare dalam hal ini hanya mengeluarkan penerbitan SPB, dan tidak mengetahui terkait asuransi atau ganti rugi. Agen kapal atau pemilik barang yang mempunyai tanggungjawab akan pengurusan asuransi tersebut,” tandasnya. Sebelumnya diberitakan sebanyak 157,05 ton bahan kebutuhan pokok dan hasil pertanian yang akan dikirim dari wilayah Ajatappareng menuju Tarakan dan Berau, Kalimantan Utara tenggelam di perairan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.   Muatan sembako, berupa beras, telur, gula merah, kemiri, kacang, dan barang campuran lainnya, sebanyak 157,05 ton tersebut tertera dalam manifest keberangkatan kapal kayu tersebut. (*/ade)

Most Popular

To Top