Lambat Ditangani, Keluarga Pasien Meninggal Siap Tempuh Jalur Hukum – Pare Pos – Online
new-picture-7
Metro Pare

Lambat Ditangani, Keluarga Pasien Meninggal Siap Tempuh Jalur Hukum

PAREPARE,Parepos.co.id– Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau dinilaikurang profesional oleh keluarga pasien yang melakukan persalinan pada Sabtu, 11 Februari, yang berujung meninggalnya bayi pasien saat dilakukan operasi sesar.
Keluarga pasien, Arifuddin menceritakan, iparnya inisial R sedianya melahirkan di RS tipe B tersebut. Namun selama 24 jam pasien belum pernah ditangani oleh dokter kandungan. Baru pada saat opasien gawat dan detak jantung bayi melemah diputuskan untuk operasi.
“Sejak Sabtu siang, sampai Minggu pukul 13.30 lebih keluarga saya belum pernah ditanani langsung oleh dokter kandungan sampai diputuskan operasi.Padahal Minggu pukul 06.00 Wita ketuban sudah pecah. Sekira pukul 12.30 siang, dokter memutuskan sesar, tetapi bayi itu keluar sudah tidak menangis,” kata Arifuddin, saat menyampaikan komplain di RS tersebut, Rabu 15 Februari.
Dia sangat menyesalkan keteledoran dan lambannya pelayanan di Rumah Sakit tersebut karena dari rentang waktu sekira 23 jam itu tidak ada satupun dokter ahli yang menangani keluarganya.
“Hanya dokter koas yang mendampingi pasien, dan keputusan operasi sesar baru diambil tim dokter karena ipar saya sudah muntah-muntah akbit terlalu lama menahan rasa sakit,” bebernya.
Lanjut Arif, yang paling miris lagi pada saat akan dilakukan tindakan operasi tersebut mereka kalang kabut untuk mencari peralatan, seperti silet, kaos tangan, gunting dan lainya. “Kenapa barang-barang seperti itu tidak disiapkan dan harus mengorbankan pasien,” sesalnya.
Keluarga pasien menyadari, komplain yang dia ajukan tidak mungkin mengembalikan bayi itu. Namun setidaknya bisa mencegah hal serupa terjadi pada orang lain. Arifuddin menegaskan pasien dijamin haknya dalam Undang-undang baik Undang-undang perlindungan konsumen maupun Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran, Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit. “Saya bisa saja laporkan ke pihak berwajib karena ada keteledoran dan kelalain dan tindakan ke depannya saya akan kooordinasi dulu keluarga apakah ini kita bawah ke ranah hukum atau tidak,” kata keluarga pasien itu.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSU Andi Makkasau, dr Reni Anggraeny menerima langsung pengaduan tersebut di ruang Direktur Rumah Sakit, mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja lebih baik lagi setelah adanya komplain yang diajukan oleh keluarga pasien.
“Kami akan bekerja secara maksimal dan kami harap kejadian ini tidak terulang lagi, kepada pasien yang lain,” janjinya.
Sementara dr Hj Nursiah yang menangani pasien mengakui jika dirinya pada saat itu berada di luar daerah, sehingga hanya laporan yang diterima dari tenaga pendamping yang bertugas pada saat itu.
“Kan hari itu saya berada di luar daerah (Makassar), jadi saya hanya dapat informasi dari bidang dan petugas yang bertugas hari itu,” akunya.
Menurut Nursiah, kondisi kesehatan kehamilan pasien sebelum dilakukan tindakan operasi semuanya masih dalam keadaan normal.
Namun, karena pada hari Minggu itu setelah dicek kembali ternyata detak nadi jantung bayi dalam kandungan itu melemah, dan kondisi ibu hamil juga mengalami komplikasi kekurangan darah.
Dengan demikian, tindakan operasi sesar pun menjadi alternatif terakhir dan itu pun adanya keterlambatan pemberian mandat kepada dokter yang bertugas.
“Ya kami akui peralatan operasi saat itu tidak lengkap, kita tahu saja, pada hari itu pasien juga memang banyak jadi perawat itu juga sibuk melayani semua pasien,” bebernya.
Dia menambahkan juga jika persalinan itu bisa saja berlansung selama 24 jam, dan selama pasien berada di ruang persalinan selalu ada perawat dan dokter koas yang mengecek kesehatan bayi dan ibu hamil.
“Hari itu pasien selalu dicek kesehatannya dan kesehatan bayinya, makanya setelah ada informasi yang sifatnya gawat maka dilakukan tindak operasi sesar,” tandasnya. (mon/din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top