Layanan Kesehatan Terganggu – Pare Pos – Online
new-picture-7
Metro Pare

Layanan Kesehatan Terganggu

dr Muhammad Tangsi

*Efek Pemadaman Listrik
*LIRA Sulsel Ancam Gelar Unjuk Rasa

PARE PARE, Parepos.co.id — Pemadaman Listrik yang terjadi akhir-akhir ini dianggap sangat merugikan masyarakat, terbukti pelayanan publik seperti kesehatan mengalami gangguan.

PLN Wilayah Sulselrabarta mestinya segera membenahi masalah ini agar kerugian warga tidak bertambah besar. Selain itu, PLN diminta memberikan solusi terbaik bagi warga yang terkena dampak.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Fitri, Rabu, 11 Januari, mengatakan, jika terjadi pemadaman, maka pelayanan di RSUD mengalami gangguan. Karena lampu di ruang perawatan terpaksa dimatikan.

Genset yang ada di RSUD tak mampu mensuplai semua ruangan. RSUD terpaksa melayani ruang emergensi seperti ICU, Nicu, kamar operasi dan Cardiac Centre.

Saat normal suplai daya listrik masuk ke RSUD sekitar 500 kva. Sedangkan genset yang dimiliki hanya berkapasitas 300 kva. Saat listrik padam, genset hanya mampu mensuplai energi listrik sebesar 300 kva sesuai kemampuan genset.

“Kita utamakan ruang emergensi seperti kamar operasi ICU, NICU, Radiologi, laboratorium dan kamar bersalin. Sedangkan kantor dan bagian administrasi, sebagian ruangan perawatan terpaksa dipadamkan,” katanya.

Mengantisipasi kejadian serupa, kata dia, RSUD akan melakukan pengadaan genset yang berkapasitas 500 kva. “Insya Allah kita akan melakukan pengadaan genset agar saat listrik padam, pelayanan di RSUD tak terganggu,” katanya.

Direktur RSUD Lamadukkelleng, Sengkang dr. Muhammad Tangsi mengatakan, pemadaman listrik berdampak ke pelayanan di rumah sakit. Pasalnya, kata dia sejumlah peralatan medis memerlukan listrik.

“Pastinya berdampak baik itu pasien dan termasuk semua orang yang bertugas. Sebagian peralatan itu kan memerlukan listrik, tapi semua bisa diantisipasi dengan adanya genset. Ke depannya kita akan usulkan pengadaan genset yang lebih memadai,”kata Muhammad Tangsi saat ditemui PAREPOS di ruang kerjanya, Rabu, 11 Januari 2017, kemarin.

Ia berharap, PLN percepat proses perbaikannya. Pemadaman listrik mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit.”Kita imbau PLN segera melakukan perbaikan agar pemadaman bergilir bisa diatasi,” katanya.

Pemadam bergilir juga berdampak pada pelayan di RSUD Lasinrang Pinrang. Humas RSUD Lasinrang Pinrang dr Rivai mengatakan, pihak RS ikut menerima dampak dari pemadam itu.

“Sejumlah layanan kesehatan jadi terganggu. Kami menggunakan genset, namun jika pemadam itu terus berlanjut akan berdampak pada kerusakan alat operasi laboratorium dan yang lainnya,” katanya.

Ancam Demo
Ketua Umum Pemuda LIRA Sulsel, Abdul Jabbar A, menuding PLN bertindak sewenang-wenang dengan melakukan pemadaman listrik secara bergilir, tanpa pertimbangan keberpihakan kepada masyarakat.

“PLN jangan bertindak semaunya saja melakukan pemadaman listrik, jangan hanya kepentingan kelompok tertentu sehingga masyarakat yang jadi korban,” ungkap Mantan Presidium Nasional BEM PTM Indonesia tersebut, Rabu, 11 Januari.

Sekjend Pemuda LIRA Sulsel, Ferdhy Al Mubarak, mengatakan, akibat dari pemadaman listrik ini perekonomian masyarakat semakin tidak stabil dan kerusakan alat elektronik semakin bertambah.

“Sangat disayangkan sikap PLN, sosialisasinya tidak dilakukan dengan baik dan tidak ada langkah antisipatif. Kasihan masyarakat yang harus merasakan dampaknya ” tegas Mantan Ketua Umum HMPS Sosilogi UNM.

Jika PLN tidak memberikan solusi terbaik, maka Pemuda LIRA Sulsel tidak akan tinggal diam. Ia mengancam melakukan aksi demonstrasi di kantor PLN Wilayah Sulselbar.
“Jika sampai pekan depan, tidak ada langkah antisipatif, maka jangan salahkan kami kalau melakukan tuntutan kepada PLN.

Pemadaman listrik secara bergilir di Kabupaten Majene dan sekitarnya, seorang warga Lembang Majene, Arham, mengaku sangat kecewa dengan adanya pemadaman listrik secara bergilir ini tanpa ada pemberitahuan secara resmi.

Dia mengaku pemadaman Ini sudah berlangsung beberapa hari aliran listrik tiba-tiba saja padam di siang hari hingga sore. Dan berlanjut pada hingga malam pada pukul 23.00 wita.

Afeng, pedagang ikan hias dan ikan tawar, mengaku, merugi. Ikan tawar dan ikan hias yang mengandalkan oksigen terputus akibat pemadaman listrik.

“Kami merugi. Yah, kami terpaksa beli genset agar aliran listrik pada kolam penampungan bisa dipenuhi,” katanya.

Sudah lima hari, Manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara (Sulselbarta) melakukan pemadaman bergilir sejumlah wilayah di Sulel dan Sulbar, sejak Sabtu, 7 Januari.

Pemadaman bergilir kali ini, merupakan periode ke-9 dalam satu terakhir. PLN beralasan pemadam dilakukan akibat kerusakan di PLTU Jeneponto, PLTD Suppa, PLTU Barru, dan PLTU Tonasa.

Sebelumnya, Asisten Manager PT PLN Persero Area Parepare, Hamzah, menjelaskan, pemadaman listrik di area Kota Parepare, meliputi Kabupaten Sidrap, Barru dan Soppeng itu mengikuti instruksi dari Unit Pengatur Beban (UPB) di Makassar.

“Semoga ini cepat teratasi, kita juga belum bisa memastikan sampai kapan pemadaman ini berlanjut, tapi kami usahakan agar secepat mungkin bisa teratasi,” katanya.

Asisten Manager Jaringan, Sanuddin, menjelaskan bahwa pemadaman tersebut terjadi di seluruh Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang sistem jaringan memiliki beban yang berbeda.

“Kita belum bisa memberi jadwal pemadaman, karena yang menentukan bukan kita. Tapi dari UPB Makassar,” katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) PLN Wilayah Sulselrabar, Wasito Adi, seperti rilis yang dikirim ke PARE POS, mengatakan, bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto, menggunakan batu bara dalam kondisi basah dan lengket sehingga suplai bahan bakar tidak memadai.

“Batu bara basah dan lengket pada mesin PLTU Bosowa Energy Jeneponto. Namun, Saat ini, PT PLN Wilayah Sulselrabar sementara melakukan penormalan, sehingga pemadaman tidak bisa dihindari,” katanya.

Ia mengimbau warga agar menggunakan energi listrik dengan bijak terutama pada waktu beban puncak (WBP). Sistem kelistrikan di Sulsel mengalami defisit sekitar 175 megawatt (MW). “Kami mewakili PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Ada dua pembangkit tidak berfungsi, masing-masing PLTU Unit satu dan dua, akibatnya terjadi kekurangan daya lebih 200 MW.

Kepala Biro Perekonomian Sulsel, Sukarniaty Kondolele, mengatakan, dampak yang diakibatkan pemadaman listrik tidak begitu signifikan. Tidak mengganggu perekonomian secara makro di Sulsel.

“Ada sih berdampak kerugian-kerugian pada investor dan perusahaan, tetapi tidak menjadi kendala pada pertumbuhan ekonomi kita. Inikan hanya temporary. Menurut saya, tidak ada pengaruh signifikan untuk perekonomian,” ujarnya, Rabu, 11 Januari via telepon selular.

Ia menambahkan, dampak ini tentunya dirasakan pada sektor industri yang memang bergantung kepada energi listrik. Sehingga dapat dipastikan, ada kerugian yang dialami dengan pemadaman listrik selama empat hingga lima jam per harinya. (tim/eril)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top