Pabrik Wood Pellet Hadir di Mamuju – Pare Pos – Online
Sulawesi Barat

Pabrik Wood Pellet Hadir di Mamuju

Bupati Mamuju, H Habsi Wahid

PAREPOS.CO.ID, MAMUJU — Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) melalui Konsorsium Pembangunan Hijau (KPH) Mamuju akan mengembangkan industri wood pellet (pellet Kayu) di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat itu. Ini terungkap dalam Forum Dialog Multi Pihak yang dihadiri Konsultan MCA-I,  beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Mamuju, Camat Kalukku, Kelompok  Hutan Tanaman Rakyat, Kelompok Hutan Rakyat dan Kelompok Wanita Tani yang tergabung dalam proyek KPH Mamuju.

Director Project KPH Mamuju, Awaluddin mengungkapkan bahwa sekitar Juni-Juli akan dibangun pabrik yang dapat memproduksi wood pellet 2 ton perhari atau sekitar 600 ton per bulan dengan mengoperasikan  12 jam per hari. “Pabrik ini merupakan pabrik wood pellet pertama di Sulawesi, artinya belum ada pabrik yang memproduksi wood pellet di daerah lain yang ada di Sulawesi,” terang Awaluddin.

Awaludin menambahkan, untuk bahan baku diperoleh dari kebun energi yang akan dikelola bersama dengan Kelompok Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Kelompok Hutan Rakyat (HR), dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tergabung dalam proyek Konsorsium Pembangunan Hijau di Mamuju. “Jadi di hulunya kita akan membangun kebun energi sekitar 748 hektare yang nantinya akan kita kelola untuk mengembangkan kebun energi. Di pengelolaan hilirnya kita akan membangun pabrik wood pellet,”  urai Awaluddin dalam Forum Dialog Multi Pihak di Kantor Kecamatan Kalukku, beberapa waktu lalu.

Sementara Bupati Mamuju, H Habsi Wahid menyampaikan bahwa program yang akan dilaksanakan KPH Mamuju akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurut dia, program ini akan melibatkan masyarakat untuk ikut dalam pelaksanaannya. “Pendekatan program ini sangat membantu masyarakat.  Pertama, program ini akan membangun kebun energi yang arahnya itu keterlibatan masyarakat baik kelompok HTR, HR maupun masyarakat mandiri.  Itu artinya bahwa program ini akan melibatkan masyarakat,” ujar bupati. “Yang kedua,  proyek konsorsium ini arahnya untuk membangun industri  wood pellet yang merupakan energi ramah lingkungan dan terbarukan,” lanjut bupati.(*/ade)

Click to comment

Most Popular

To Top