Pemuda Desa dapat Pengakuan Belanda – Pare Pos – Online
Pro Daerah

Pemuda Desa dapat Pengakuan Belanda

Musawwir Muhctar saat bersua dengan anggota DPRD Sulsel, M. Irfan AB koordinator Sendal jepit Maros Boby boyo dan beberapa pemuda lainya di Cafe Er colin Maros.

MAROS, Parepos.co.id — Pemilik biskuit Morbi, Musawwir Muchtar, seorang pemuda Desa Berua ,Kabupaten Maros yang berhasil memasarkan biskuitnya di negara Belanda dan menjadi pembicara di 15 negara dalam penelitiannya menemukan bahan makanan pencegah gizi buruk dari daun kelor akan menggelar pelatihan di Maros.
Hal tersebut diungkapkan langsung anggota DPRD Provinsi Sulsel, M. Irfan AB saat ditemui pada saat sedang bersua bersama Awi panggilan akrab Musawwir yang tengah pulang dari Belanda untuk pulang kampung di Maros beberapa hari ini.
“Sebenarnya kegiatan ini cuman kegiatan temu dan diskusi untuk memanfaatkan waktu Awi selama di Maros, kegiatannya itu diskusi untuk menjadi seorang peneliti seperti Awi dimana hasil risetnya telah diaukui di negara Belanda,” ujarnya.
Koordinator sendal jepit maros (SJM) selaku komunitas yang melaksanakan kegiatan diskusi, Boby Boyo, mengatakan, kegiatan yang terkesan mendadak ini sangat terbatas, melihat kondisi kenyamanan yang sangat diutamakan, para peserta juga merupakan para pemuda yang dianggap berpotensi menjadi Awi awi selanjutnya, dan sangat terbuka untuk umum.
“Dengan bekerjasama dengan beberapa ormas seperti Granat Maros, OI MarosKomIT Maros dan yang lain, Rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung pada hari ini, Minggu, 19 Maret selepas ibadah sholat isya sekira pukul 20.00 wita di Cafe The Clove Maros,”tutupnya. (*/ade)

Click to comment

Most Popular

To Top