Pinrang Rawan, Warga Takut – Pare Pos – Online
Ajatappareng

Pinrang Rawan, Warga Takut

WASPADA. Rumah anggota Polres Pinrang, Brigpol Sry Wahyuni tempat terjadinya kasus penikaman yang kini pelakunya belum ditangkap. Semua pihak diminta waspada.

PINRANG, Parepos.co.id — Dua kejadian selama dua hari di Kabupaten Pinrang, kasus pembunuhan Marten Minggu (90) yang ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Rusa Kecamatan Maccarwalie Kabupaten Pinrang, Rabu 4 Januari dengan 23 luka sayatan di tubuhnya, serta kasus penikaman anggota Polres Pinrang, Brigpol Sry Wahyuni, di Perumahan BTN Griya Halida Blok E, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Watang Sawittoyang membuat perut, tangan dan selangkangan terluka, menimbulkan ketakutan sebagian warga.

Warga menilai kondisi Kamtibmas Kabupaten Pinrang rawan, sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menciptakan rasa aman. Haedar Ahmad, salah seorang warga mengaku sangat was-was akan kondisi Kamtibmas Pinrang saat ini.

“Isteri saya di rumah terus was-was dan takut saat saya tinggal. Saya pesan ke dia agar mengunci dan menggembok semua pintu di rumah, jangan sekali-kali membuka pintu jika ada yang mencurigakan. Komunikasi intensif juga terus saya lakukan setiap 15 menit untuk mengetahui kondisi di rumah,” tutur Haedar.
Ia berharap, kondisi Kamtibmas di Pinrang bisa segera kondusif kembali, dan pihak kepolisian bisa segera menangkap para pelaku kejahatan yang menggemparkan itu.
Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pinrang, Kamaluddin menilai, dengan dua kejadian tersebut dan belum ada yang berhasil diungkap, terima atau tidak, stabilitas keamanan di Kabupaten Pinrang saat ini terganggu. Ia meminta, selain menjadi tanggungjawab aparat keamanan, pemerintah dan warga harus peduli akan kondisi saat ini.
“Pemerintah daerah juga harus peduli dan memiliki rasa tanggungjawab akan permasalahan ini. Jangan semuanya ditimpakan ke pihak kepolisian. Harusnya, para pejabat wilayah seperti Camat atau Lurah dan kepala desa mengaktifkan kembali sistem ronda, karena itu sangat besar pengaruhnya dalam hal terjaganya keamanan di setiap lingkungan warga masing-masing,” kata anggota DPRD dari Partai Nasdem ini.
Sementara Kepolisian Resort (Polres) Pinrang terus memburu pelaku penikaman Sry Wahyuni. Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo, saat dikonfirmasi , Minggu kemarin mengaku masih dalam tahap pencarian. Leo mengaku telah mengantongi identitas pelaku sesuai dengan ciri-ciri yang telah disebutkan korban. “Kami tidak bisa menyebut dan mediakan ciri-ciri itu,” katanya.
Menurut Leo, setelah sadarkan diri, Sri Wahyuni menuturkan kejadian yang dialaminya kepada penyidik, dan anggota Polres Pinrang segera melakukan pengejaran kepada pelaku. “Dari hasil keterangan korban, sampai saat ini kami telah mengetahui ciri-ciri pelaku. Kami belum mengetahui apa motif pelaku, namun masih memperkirakan motifnya murni pencurian dengan kekerasan,” ungkap Leo
Sementara Sry Wahyuni mengatakan, dirinya tidak mengenal korban karena menggunakan penutup wajah. “Pelaku menggunakan cadar, saya tidak kenal dan sempat saya melawan,” tutur Sri Wahyuni.
Saat ini korban masih kami rawat di Rumah Sakit lasinrang, Pinrang. “Alhamdulillah sudah membaik, namun tetap masih butuh perawatan,” kata Humas RS Lasinrang, dr Rivai.
Informasi yang dihimpun, selain luka di perut dan di tangan kanan , Sry juga mengalami luka tikaman di bagian selangkangan sebelah kiri dan sayatan di bagian tangan sebelah kiri. Luka Sry Wahyuni karena sempat adu jotos dengan pelaku, dan akhirnya mendapatkan luka tusukan. Pelaku juga disebutkan mengalami luka sehingga melarikan diri.
Sementara sejumlah personel Polda Sulsel yang tergabung dalam Tim Laboratorium Forensik (Labfor), Jumat sore, pekan lalu, menggelar kegiatan pra rekonstruksi di rumah Marten Minggu, di jalan Rusa Pinrang. (nur/lim)

Most Popular

To Top