Polisi Dalami Keterlibatan Pejabat – Pare Pos – Online
new-picture-7
Uncategorized

Polisi Dalami Keterlibatan Pejabat

HASIL OTT. Kapolres Wajo, AKBP Noviana Tursanurohmat saat perlihatkan barang bukti dan tersangka dugaan pelaku pungli, Selasa, 10 Januari. Tiga pelaku ditangkap saat OTT di Pasar Attapangnge, Sengkang.

Tiga Honorer Terjaring OTT

WAJO, Parepos.co.id –Tiga tenaga honorer di Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo diamankan tim Saber Pungli, Senin, 10 Januari, di Kawasan Pasar Attapange, Kecamatan Majauleng.

Ketiga tenaga honorer yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT)
tersebut masing-masing AI (50) tahun menjabat sebagai koordinator retribusi parkir dan AG (36) sebagai petugas parkir. Selain itu, tim Saber Pungli juga menangkap AB (59) yang bertugas sebagai petugas parkir di wilayah tersebut.

Kepala Kepolisian Resort Wajo (Kapolres) Wajo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Noviana Tursanurohmat, mengatakan, penangkapan berawal dengan adanya laporan masyarakat bahwa biaya parkir di Pasar Attapangnge, Kecamatan Majauleng tidak sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan pemerintah.

Setelah adanya laporan warga, kata dia, tim Saber Pungli melakukan pengawasan di lokasi setelah, kemudian dilanjutkan dengan penangkapan terhadap tiga orang yang diduga melakukan praktik ilegal.

“Tolong dipahami bahwa karcis dari Dinas Perhubungan untuk motor hanya 500 per kendaraan. Sedang mobil itu 1000 per kendaraan. Kenyataan di lapangan untuk motor dikenakan harga Rp 1000 hingga Rp 2000. Sementara roda empat Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu,” katanya.

Selain itu, kata dia, pelaku diduga memberlakukan tarif bagi pemegang karcis organda yang bebas melakukan parkir di tempat parkir. Tapi, pelaku diarahkan ke suatu tempat dengan pungutan atau pembayaran dengan jumlah tertentu.

Mantan Kasat Reskrim Poltabes Makassar itu, mengatakan, ketiganya merupakan oknum tenaga honorer. Masing-masing, AI, AG dan AB. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kepada tersangka serta dilakukan pengembangan ke dinas terkait yang mengeluarkan karcis tersebut.

“Mohon sabar, nanti setelah dilakukan pengembangan silahkan dicek,”katanya, kepada sejumlah awak media.

Sementara itu, ketiganya akan dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Dari hasil OTT tersebut, diamankan sejumlah barang berupa uang Rp229 ribu berupa uang pecahan dua ribu, lima ribu, dan sepuluh ribu. Selain uang, polisi juga mengamankan karcis retribusi parkir.

“Mengingat ketiganya merupakan oknum honorer maka kita akan jerat dengan pasal 368 dengan ancaman 9 tahun penjara. Kalau korupsi dia harus aparatur Negara, tapi kita akan mengembangkan lebih luas lagi. Kita akan dalami,”tegas AKBP Noviana

Saat ditanya masalah keterlibatan pejabat Dishub, Noviana mengatakan, akan mendalami hingga ke arah pejabat negaranya dalam hal ini dinas terkait.

“Saya tidak bisa mendahului apakah ada atau tidak, tapi kita akan kembangkan ke arah situ. Kita akan selidiki apakah semua hasil pungli disetor ke daerah atau hanya masuk di kantong tersangka. Makanya tunggu pengembangannya,”ujar mantan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar itu.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo, Eka Putra Jaya, membantah ketiga tersangka adalah honorer di Dinas Perhubungan. Eka mengatakan, ketiga orang tersebut merupakan kolektor yang dipekerjakan Dinas Perhubungan.

“Sebelumnya mereka memang diberikan surat tugas memungut retribusi parkir sesuai aturan dalam Perda. Ketika mereka melakukan di luar dari aturan, bukan tanggung jawab kami,” katanya. (ile/ril)

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top