Polisi Ungkap Sepuluh Kasus Politik Uang di Pilgub Sulawesi Barat – Pare Pos – Online
new-picture-7
Politik

Polisi Ungkap Sepuluh Kasus Politik Uang di Pilgub Sulawesi Barat

MAMUJU,Parepos.co.id– Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat menggelar konferensi pers di Mapolda Sulbar, Rabu Kemarin. Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Nandang mengatakan, bahwa puncak Pilkada adalah pemungutan suara di setiap TPS. Dan berdasarkan prediksi H-6 pemungutan suara, akan terjadi perbuatan mencederai demokrasi, salah satunya politik uang atau money politic. “Karena dalam demokrasi tidak boleh ada transaksi. Namun hak rakyat untuk menentukan pilihan demikian berharga, sehingga ada pihak-pihak yang berusaha meraih simpati dengan cara tidak elegan. Dari perkiraan tersebut, Polri dan TNI wajib mengawal. Sebab salah satu tugasnya adalah mengawal demokrasi,”tegas Nandang.
Nandang menyebutkan bahwa dari tanggal 9-15 Februari 2017, ada 10 kasus politik uang yang diungkap aparat kepolisian. Sembilan kasus diantaranya, telah terungkap dan mengamankan sejumlah pelaku. “Totalnya ini sebanyak 10 kasus dan 9 kasus diantaranya sudah ditangkap. Dan 1 kasus sudah dinyatakan memenuhi unsur oleh Gakkumdu untuk penyidikan, kasus money politic terjadi di Kabupaten Majene,”jelasnya.
Diakui, polisi tidak memiliki kewenangan menangkap kasus Pilkada. Namun karena setiap orang yang menyaksikan tindak pidana, harus melakukan tindakan. Paling tidak melaporkan.
Jenderal bintang satu itu pun menjelaskan, kapasitas kepolisian sebagai penegak hukum wajib melakukan tindakan sesuai kewenangan. Selanjutnya diserahkan pada Bawaslu yang di dalamnya juga ada Gakkumdu untuk diproses selama 5 hari untuk dipelajari, menyelidiki dan mengklarifikasi. “Waktu Polri untuk P21 kasus Pilkada hanya 14 hari, setelah menerima keputusan Gakkumdu,”ungkapnya. Ditambahkan, kasus money politic di Majene, sudah memenuhi unsur terstruktur, sistematis dan masif. Ada yang menyerahkan dari keluarga ke kordes dan terdaftar nama-nama yang akan menerima. “Itu masih harus dilihat, adalah keterlibatan pelaku pada tim sukses salah satu paslon. Disebutkan, pelaku dikenai pasal 187a dengan ancaman denda maksimal Rp 1 miliar,”timpalnya. (yus/ade)

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top