Razia BPOM Makassar Dinilai Tebang Pilih, Ini Alasan Pedagang – Pare Pos – Online
Metro Pare

Razia BPOM Makassar Dinilai Tebang Pilih, Ini Alasan Pedagang

Razia pihak BPOM Makassar di Parepare, terkait barang asal Malaysia. Kegiatan tersebut dinilai tebang pilih

PAREPARE,Parepos.co.id — Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar bekerja sama dengan Polda serta Polres Parepare melaksanakan operasi opson yang dilakukan secara serentak di seluruh indonesia.  Operasi Opson merupakan operasi global di bawah koordinasi Interpol yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberantas jaringan kejahatan terorganisir di balik perdagangan makanan ilegal termasuk sub-standar. Operasi yang dimulai pukul 09.00 Wita itu hanya difokuskan di toko Syahrani, milik H Rusdi yang berada di Jalan Pelita Tenggara, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Soreang, Jumat, 17 Maret. Toko ini dikenal menyediakan barang-barang asal Malaysia.

Penyidik BPOM Makassar Hamka Hasan menyampaikan, Tim BPOM menemukan ada banyak makanan ilegal impor yang ditemukan di toko tersebut, dan hal ini akan lakukan penindakan dan proses lebih lanjut. Barang tersebut dinilai ilegal karena tidak memiliki label registrasi dari BPOM. Hamka memaparkan, sebelum tim melakukan operasi ke toko tersebut, pihaknya terlebih dulu melakukan investigasi, yang pastinya akan lebih menguatkan adanya barang ilegal yang tersimpan di dalam toko tersebut.
“Keikutsertaan Badan POM dalam operasi ini merupakan salah satu wujud kemitraan yang dibangun dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia,” katanya. Pemilik Toko H Rusdi menyampaikan protes keras terhadap petugas yang mengacak-acak barang dagangannya. Ia menyayangkan perlakuan petugas dari BPOM tersebut karena hanya tokonya yang dirazia dan menyita tiga kardus barang dagangannya, padahal menurutnya, toko seperti miliknya banyak di Parepare, menjual barang-barang yang sama dari asal yang sama pula. “Saya tidak bisa terima, dengan BPOM yang datang mengacak-acak barang dagangan kami, padahal ada banyak pengusaha lain yang menjual barang-barang seperti saya, bahkan ada yang lebih besar, tapi cuma toko saya yang dijadikan target,” beber H Rusdi.

Operasi ini adalah kali kedua yang dilakukan BPOM dan Polda. “Saya masih ingat, yang melakukan pemeriksaan sebelumnya masih orang yang sama yang datang sekarang,” pungkasnya. Pada razia sebelumnya, sejumlah barang disita ke Makassar, namun pada saat pemusnahan dirinya tidak diberi kabar. “Pemusnahan barang kami pada razia pertama kami tidak dilibatkan, padahal mestinya kami dipanggil sebagai saksi dimusnahkannya barang-barang kami,” ujarnya kecewa.(*/ade)

Most Popular

To Top