Selesai ‘dari Hongkong?!’ – Pare Pos – Online
Opini

Selesai ‘dari Hongkong?!’

Syahrir Hakim

Laporan: Syahrir Hakim

Tumben si Sohib sarapan nasi kuning. Padahal biasanya pagi-pagi sudah menyeruput kopi di warkop langganannya. Makanan yang dibungkus kertas koran bekas itu, dibeli di pinggir dekat warkop. Selesai sarapan si Sohib menatap tulisan dalam sobekan kertas koran itu. Ada tulisan ‘dari Hongkong?!’. Dua kata itu diakhiri tanda tanya dan tanda seru.

Kata ‘dari Hongkong?!’ merupakan salah satu bahasa kekinian alias bahasa gaul. Cara pengucapannya pun agak unik. Bibir dimemble-memblekan, biar enak kedengarannya. Biasanya, La Oegi mendengar bahasa gaul itu diungkapkan dengan nada kesal. Atau untuk membantah atau menyangkal pembicaraan kawan atau lawan bicara. Selain itu, juga bermakna sindiran.

Si Sohib tidak habis pikir, kenapa harus Hongkong. Bukan Cina, Amerika, atau Saudi Arabia. “Atau coba sebut saja nama salah satu wilayah di Negeri Antah Berantah. Jikalau usul si Sohib diterima, maka bisa dicontohkan seperti ini. Seorang teman yang cerewet, tanpa melihat kondisi kita yang lagi galau. Gara-gara masih tanggal muda, tapi dompet sudah sekarat.

Tiba-tiba teman itu bertanya, “Eh Sohib jam tangannya baru ya, pasti mahal harganya?”. Padahal jam tangan itu sudah tiga tahun dipakai. Si Sohib yang agak kesal, menjawab sekenanya. “Mahal dari …………?!” (menyebut sebuah nama kampung di Negeri Antah Berantah). Tetapi contoh ini kedengarannya kurang pas. “Seharusnya, jika mengacu pada bahasa gaul jawabannya tentu, ‘mahal dari Hongkong’?!” tutur La Oegi.

Prev1 of 2

Most Popular

To Top