Sidang Pembunuhan Sadis di Barru Tegang – Pare Pos – Online
Ajatappareng

Sidang Pembunuhan Sadis di Barru Tegang

Tersangka pembunuh Arti ketika akan memasuki ruang persidangan di Pengadilan Negeri Barru, dikawal ketat aparat kepolisian.

BARRU, Parepos.co.id– Sidang perdana kasus pembunuhan sadis yang melibatkan terdakwa Ali Sadikin alias Cammbang terhadap korban Arti alias Ohara, di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, beberapa waktu lalu, berlangsung tegang, di Pengadilan Negeri Barru, Kamis kemarin.  Puluhan kerabat dan keluarga korban memadati area kantor pengadilan.
Meski sidang dijaga puluhan aparat kepolisian dan anggota TNI, namun saat tersangka akan dinaikkan ke mobil yang dikawal polisi, keluarga korban mendekat dan berteriak untuk menantang terdakwa. “Bebaskan saja itu pak polisi, tidak begitu kalau laki-laki,” teriak salah seorang keluarga korban.
Bahkan saat persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Arwana MH dan pembacaan dakwaan dakwaan  oleh jaksa, keluarga korban yang hadir terus berteriak.
“Kalau masih ribut, sidang kami tutup. Ini kan baru pembacaan dakwaan, masih ada sidang selanjutnya,” ungkap Ketua Majelis Hakim.
Juru bicara Kejaksaan Negeri Barru, Erwin mengatakan, sidang perdana adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.
Terdakwa dijerat pasal 340 sub pasal 338 KUHP dan pasal 2 ayat (1) UU No 12/Drt/1951, LN No 78 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Sebelumnya, Sadikin mengaku melakukan sendiri pembunuhan itu di salah satu rumah kosong di dekat pantai. Setelah menikam Ohara, pelaku kemudian membawa di sekitar ke kandang sapi. Setibanya di kandang sapi milik warga, Sadikin menemukan lubang, dan disimpanlah jenazah korban di lubang itu. Namun sebelum menimbun korban dengan tanah, Sadikin kembali menggorok leher korbannya hingga putus.
Setelah melakukan aksinya, Sadikin melarikan diri ke Makassar. Selanjutnya, pelaku ke Surabaya, Jawa Timur. Hingga pada akhirnya pelaku melarikan diri ke Balikpapan, Kalimantan Timur dan tertangkap. (mad/lim)

Click to comment

Most Popular

To Top