Sinyal tak Pakai Lagi Guru Honorer – Pare Pos – Online
new-picture-7
Pendidikan

Sinyal tak Pakai Lagi Guru Honorer

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo

PAREPARE, Parepos.co.id — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan mengisyaratkan tak lagi memakai guru honorer untuk tingkat SMA/SMK. Alasannya, jumlah guru PNS dianggap sudah cukup.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan, dari segi jumlah, guru SMA dan SMK yang berstatus PNS se-Sulsel, sudah cukup.

Persoalannya, hanya pada distribusi guru yang tidak merata. Makanya, kata di, Disdik sementara meminta data kebutuhan guru (DKG) tiap sekolah.

“Kalau sudah cukup, ngapain (honorer). Tapi kalau badan keuangan punya anggaran, BKN (Badan Kepegawaian Negara) bilang tidak masalah, kita jalan,” tutur Irman.

Sementara menurut Dewan Pendidikan Kota (DPK) Parepare dinas pendidikan harus melakukan pemetaan yang akurat dan dibuka ke publik sebelum memutuskan pergeseran tenaga pendidikan dan tidak lagi menggunakan tenaga guru honorer di tingkat SMA/SMK.

“Melihat kondisi secara umum, rata-rata sekolah masih memiliki guru honorer, itu artinya sekolah masih kekurangan tenaga PNS/ASN,” ujar Ketua DPK Parepare Dr Muh Nashir T ST MT, kepada PARE POS, Selasa 10 Januari.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) ini berharap dinas pendidikan duduk bersama DPK guna mencari solusi yang paling tepat. Sebab, selain pemerataan guru, masih banyak perlu dipenuhi sekolah, seperti peningkatan kualitas guru dan sejumlah standar pendidikan yang harus dipenuhi.

“Bagaimana meningkatkan kualitas guru, ini perlu dipacu dengan cara pelatihan lebih baik, dalam rangka menguasai mata pelajaran, dan kulitas lainnya sesuai standar nasional,” bebernya.

Standar Nasional Pendidikan, lanjutnya merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan. Fungsi dari standar nasional pendidikan ini adalah sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan pendidikan dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Delapan standar pendidikan nasional yakni, Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla menganggap fenomena guru honorer ibarat benang kusut.

“Tapi bagaimana pun ini sudah menjadi kenyataan. Koordinasinya tidak berjalan dengan normal di dunia pendidikan,” ujarnya.

Menurut dia, guru honorer lebih banyak dibutuhkan di SMK. Mereka kekurangan guru ahli. Akibatnya, ada SMK yang menghilangkan jurusannya.

Sebeumnya, Pakar Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Arismunandar, menilai rasio guru:siswa di Sulsel sudah sangat bagus.

Perbandingan guru di tingkat SMP, satu guru mengajar 15 siswa, SMA satu guru mengajar 16 siswa. Bahkan, tingkat SMK satu guru hanya mengajar 13 siswa.

“Sulsel cukup memiliki jumlah guru tetap. Proporsi ini sangat bagus. Bahkan lebih bagus dari beberapa negara di dunia yang pendidikannya bagus,” ungkap dia. (din)

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top