SLO Jaringan Listrik Sudirman Mendesak – Pare Pos – Online
new-picture-7
Metro Pare

SLO Jaringan Listrik Sudirman Mendesak

Nur Badri ST

PAREPOS.CO.ID, PARE POS– Sertifikasi Laik Operasi (SLO) instalasi jaringan listrik di Jalan Jenderal Sudirman sudah sangat mendesak. Pasalnya, SLO tersebut menjadi acuan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Parepare untuk memindahkan puluhan tiang listrik yang masih tertancap di badan Jalan Jenderal Sudirman pasca pelebaran. Tiang listrik tersebut, selain mengganggu estetika penataan infrastrukutur jalan, juga membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua maupun roda empat.

Kepala Wilayah PT Sertifikasi Konsumen Listrik Nasional (Serkolinas) Sulsel, Nur Basri ST yang dihubungi kemarin menjelaskan, setiap jaringan baru yang dibangun oleh melalui rekanan listrik, apakah itu proyek milik pemerintah sebelum di operasikan harus diperiksakan untuk memperolah SLO. “Untuk jaringan Jalan Jenderal Sudirman diperiksa oleh lembaga inspeksi teknik dalam hal ini LIT TM (Tegangan Menengah). Sehingga apa yang dijelaskan pihak PLN bahwa PLN tidak berhak untuk mengoperasikan jaringan baru sebelum pihak rekanan melampirkam SLO. Artinya pihak PLN tidak berani memindahkan tiang-tiang listrik yang masih berada di badan jalan Jenderal Sudirman,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Ighe itu menilai solusi untuk pemindahan tiang-tiang listrik yang masih tertancap di badan jalan, satu-satunya adalah pihak rekanan segera mengurus SLO tersebut. “Pemerintah diharapkan bisa mendesak pihak rekanan untuk memperolah SLO itu, agar ada pegangan pihak PLN bisa memindahkan tiang-tiang listrik itu,” imbau Ighe.

Ighe mengatakan, pihak PLN belum memindahkan tiang listrik tersebut tentunya penuh pertimbangan yang matang. “Memang begitu ketentuannya. Sehingga PLN tidak berani mencabut tiang-tiang listrik yang masih tertancap di badan jalan tersebut. Tak hanya itu, pencabutan tiang-tiang listrik tersebut tentu ada konsekuensi pemadaman listrik secara lokal yang berdampak kepada masyarakat selaku pelanggan PLN,” katanya.

Ighe pun menyebutkan, nilai penerbitan SLO tersebut tentu biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah, apalagi kalau sekelas instalasi jaringan listrik di Jenderal Sudirman. “Saya kira anggaran pembongkaran tiang listrik itu sudah ingklude dalam kontraknya, apalagi ini tender,” katanya.

Prev1 of 2

Click to comment

Most Popular

bannerr_bitmap
To Top