Waduh, Sabu Disembunyikan di Celana Dalam – Pare Pos – Online
Sulawesi Barat

Waduh, Sabu Disembunyikan di Celana Dalam

BERI KETERANGAN. Anti Srialam ketika dikonfirmasi diruang reskrim Polres Polman, usai ditangkap Selasa, 24 Januari

Di Parepare, Sabu 142 Gram dan Ganja Kering Dimusnahkan

POLMAN, Parepos.co.id — Perempuan warga Kota Parepare bernama Anti Srialam alias Anti (32) ditangkap Satuan Narkoba Polres Polewali Mandar di Desa Pambusuang Kecamatan Balanipa Jalan poros Polman-Majene. Anti berdasarkan KTP beralamat di Jalan Sulawesi Kelurahan Ujung Sabbang Kecamatan Ujung, Parepare.
Dia ditangkap karena kedapatan membawa tiga sachet paket berisi narkotika jenis sabu. Paket sabu itu disembunyikan di dalam celana dalam tersangka. Kepala Satuan Narkoba Polres Polman AKP Made Silva Yudiawan membenarkan timnya mengamankan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Anti, Selasa 24 Januari.
Dia diduga akan melakukan transaksi narkoba di wilayah tersebut. “Petugas Opsnal Reskrim yang mendengar laporan dari masyarakat, kemudian turun ke TKP dan melakukan penggeledahan kepada pelaku. Setelah digeledah, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa narkoba jenis sabu yang diambil dalam celana dalamnya,” beber Made.
Barang bukti tersebut kata dia, dikemas dalam tiga sachet seberat 3,48 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa timbangan digital, dan tiga unit ponsel dari tangan tersangka. Sementara dari hasil wawancara dengan tersangka, dia mengaku baru sekali itu ingin melakukan transaksi.
Dia mengaku, hanya disuruh mengantar barang tersebut oleh seseorang yang berinisial FE. Anti yang mengaku penjual parfum keliling itu akan menjual barang tersebut ke Ati yang dikenalnya di Pambusuang, seharga Rp1,3 juta per gram. “Kebetulan saya pak penjual parfum keliling, kemudian oleh FE ini saya dikasi barang itu untuk
mengantarnya ke seseorang di Pambusuang. FE saya kenal berasal dari Rappang, tapi saya tidak tahu rumahnya pak,” aku Anti.
Anti sendiri mengaku kalau dia berasal dari Bombana Sulteng, namun menggunakan KTP Parepare. Sebelumnya dia pernah tinggal di Parepare, bersama dengan adiknya yang kuliah dua tahun lalu. Namun sekarang dia tinggal indekos di dekat Pasar Pangkajene, Sidrap, bersama keluarganya. “Sampai hari ini pak, belumpi na’tau keluargaku kalau saya ditangkap,” bebernya.
Selang satu hari, Satres Narkoba Polman yang dipimpin Kaurbin Ops (KBO) kembali berhasil meringkus lima orang lainnya yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu di Desa Sidorejo Kecamatan Wonomulyo. Dua di antara mereka adalah wanita. Kelimanya adalah Wiwin bin Hamka (28), Hendrik Gunawan bin Karun (19), Rudi bin Mace
(32), Hadira Wati alias Ecce (34), dan Usma binti Yusuf (54) yang semuanya berdomisili di Wonomulyo.
Dari tangan tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa tiga sachet sabu seberat 2,12 gram serta barang bukti lainnya berupa, korek api gas, timbangan digital, pipet, tutup botol yang sudah dilubangi dan uang tunai sebesar Rp4.450.000.
“Kalau yang lima ini, diamankan karena kedapatan membawa sabu, satu diantaranya barang buktinya diambil dari balik BH-nya,” sambung Made
Silva. Sementara ini polisi melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku peredaran narkoba tersebut. “Saat ini sedang menunggu hasil lab urine dari para pelaku, bila nantinya terbukti positif menggunakan narkoba, maka akan dijerat dengan pasal 114 dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara,” ungkap Made Silva. Dia menambahkan, jika barang tersebut kemungkinan didatangkan dari wilayah Sidrap atau Pinrang, karena daerah Polman sendiri hanya merupakan perlintasan.
Sementara di Parepare, kemarin, sebanyak 179 gram barang bukti narkotika dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Parepare disaksikan oleh pihak Polres dan Pengadilan Negeri Parepare.
Pemusnahan seluruh BB nakotika di halaman Kantor Kejari Parepare itu dilakukan dengan cara dilebur dengan air kemudian dilarutkan dalam air. Air campuran sabu dan ganja tersebut kemudian dikubur dalam tanah dengan kedalaman sekitar satu meter.
Sedangkan barang bukti berupa korek api dan ponsel dimusnahkan dengan cara dibakar. Barang bukti ini merupakan hasil dari 27 perkara yang ditangani selama 2016 lalu. “Dari 27 perkara yang ditangani selama 2016, itu sebanyak 179 gram barang bukti narkotika dimusnahkan. Yang terdiri dari 143 gram sabu dan 36 gram daun ganja kering, serta puluhan handphone dan korek Api,” beber Syahrul, jaksa fungsional Kejaksaan Negeri Parepare usai pemusnahan barang bukti, kemarin. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Parepare, Andi Kurnia menjelaskan, seluruh BB itu berdasarkan hasil persidangan mulai September hingga Desember 2016.
Selanjutnya, Kejari Parepare juga masih menunggu proses persidangan dari sejumlah kasus narkotika. Termasuk juga yang melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan anggota kepolisian. Diakui Kurnia, prosesnya telah memasuki sidang ketiga. “Sementara dalam proses persidangan. Sampai sekarang belum inkrah,” tandas Kurnia. (wal-mon/ade)

Most Popular

To Top